Chokyuqhielf13's GaemGyuZonE

Archive for Juni 2011

Title: Half of Secret {Last Part}
Genre: Romance
Cast: Cho kyuhyun, Song Gyu Gee, Super Junior, Lee Syhae, Han Yevie, Song Joong Ki, Jung Jinwoon, Im Seulong, Jo Kwon, Lee Changmin, Yoon Sang Goon, Lee Seung Hwan, Shin PD, Choi Jina (G.NA)

Last part,,selamat membaca hal-hal lebay yg impossible!!!let’s cekidottttt..ditunggu kripik n sambalnya…^.^

{Gee’s POV}

Aku merasakan tangan yg begitu hangat sedang menggenggam tanganku. Tangan yg sama seperti seorang namja yg sangat kukenal. Ah, aku pasti bermimpi. Mana mungkin aku bertemu dengannya. Kurasa aku tidur terlalu lama hingga membayangkan dia ada di dekatku sekarang. Ya Tuhan, kepalaku benar-benar pusing. Tapi aroma ini, aku sangat mengenal aroma ini. Sebuah RS. Bau khas yg selalu kucium saat masih bekerja dulu. Kurasa ini efek kepalaku yg sakit. Berkhayal berlebihan. Walaupun saat ini kubuka mata atau tidak pun yg kulihat pasti hanya kegelapan. Maksudku, tentu saja karena aku sudah tidak bisa melihat sekarang. Hanya sedikit cahaya, sedikit sekali. Kata dokter itupun tidak cukup untuk menuntunku.

“yya song gyu gee, kenapa kau belum bangun juga?kau membuat q cemas” suaranya yg parau terasa jelas sekarang. Tunggu, suara ini tidak asing. Aku yakin sedang mendengar suaranya disini. “genie” hanya dia satu-satunya orang yg memanggilku seperti itu. Kepalaku terasa nyut-nyutan lagi, apakah baru saja ada yg mencium punggung tanganku?mimpi apa ini? Siapapun tolong cubit aku sekarang.

“sy~ah,,kim syhae,,han yevie” akan kupastikan dua orang itu sekarang ada di dekatku.

“genie, gwenchana?kau sudah sadar?” panggil seseorang, dan aku sangat yakin suara ini adalah suaranya bukan syhae atau yevie. Aku meraba kepalaku yg sakit, benar saja, ini balutan. Aku ingat sekarang, terakhir kali kudengar dia berteriak dan setelah itu aku sudah tidak tahu lagi apa yg terjadi. Ternyata memang bukan mimpi. Kuedarkan pandanganku kesegala arah, tapi apa yg kulihat?gelap! Sangat menghancurkan harapanku, tapi apa boleh buat, aku hanya harus terbiasa.

“ah,,kepala q” rabaku pada kepalaku yg masih terasa pusing dan mencoba bangun, tapi apa daya, aku belum cukup kuat untuk itu. Kepalaku malah semakin berputar-putar. Uh, benar-benar. Lebih lama disini akan membuatku mati kebosanan.

Dia mencegahku untuk bergerak. “bisakah kau tetap berbaring, hah?” dengusnya. Dia masih seorang cho kyuhyun yg kukenal. Ini kedua kalinya aku merasakan jadi seorang pasien. Beginikah, perasaan jadi seorang pasien?badan terasa remuk semua

“gee~ah” katanya. Suaranya, aku merindukan suara ini. Aku tidak bisa menatapnya. Aku hanya menoleh sedikit kearah suaranya tadi. Kuberanikan diri menjawabnya.

“cho kyuhyun~ssi” Aku masih saja bersikap naif, padahal aku sangat ini memanggilnya ‘bunnie’ seperti biasanya. Sekuat tenaga aku menahan agar sungai kecil tidak mengalir di pipiku saat ini “kau..bisa tinggalkan aq sendiri?” pintaku padanya. Jujur saja, akan lebih baik kalau dia lebih lama disini kalau saja gee yg sekarang bukan gee yg buta.

Aku tidak bisa melihatnya. Ya..ya..ya…aku hanya perlu terbiasa, bukankah sejauh ini aku baik-baik saja, kurasa aku bisa melewatinya. Aku tidak bisa melihatnya tersenyum sih. Evilsmilenya, seringaian iblisnya. Ok, cukup. Sakit. Tentu saja. Tapi dia harus melupakanku. Sebenarnya aku masih bisa memiliki kesempatan melihatnya kalau saja aku yg bodoh ini bersedia menerima donor mata dari bank mata di seoul tapi dengan kemungkinan berhasil yg sangat kecil. Setidaknya itulah yg bisa kuketahui dari Dokter Kim. Bagaimana mungkin aku sanggup melihatnya dengan mata orang lain di rongga mataku sendiri. Ya, aku egois. Sangat!. Karena aku hanya memikirkan diriku sendiri. Biarlah, setidaknya ini yg bisa kulakukan sekarang.

“masih keras kepala saja” sindirnya padaku tanpa melepaskan genggamannya, bahkan semakin erat. Kumohon, lepaskan. Kalau tidak aku akan goyah sekarang cho kyuhyun~ssi!

Aku memilih diam. Tidak ada lagi yg bisa kuucapkan padanya. Bukan tidak bisa, tepatnya tidak sanggup. Kami diam cukup lama. Waktu terasa panjang, entah apa yg dipikirkannya sekarang yg jelas tidak ada satupun yg berniat memulai untuk bicara. Entah kenapa aku bisa yakin kalau sekarang dia menatapku, tepat kearah mataku.

“aq pulang” sahutnya memecah keheningan diantara kami. “syhae sedang menuju kesini. Dia akan menemanimu” elusnya dikepalaku.

Shitt..haruskah kau mengelusku sekarang?merasakan tanganmu saja membuatku sudah tidak beraturan. Sekarang dia mengelus kepalaku. Bagus, teruskan saja. Tidak sampai 5 menit, kupastikan aku akan menyuruhmu tetap disini. Dasar kyuhyun bodoh. Kudengar suara kaki kursi bergeser setelah pegangannya ditanganku mulai melonggar. Aku ingin menahannya, sungguh. Tapi suaraku tercekat. Hingga tidak ada satu katapun yg keluar dari bibirku. Kupalingkan wajahku kesamping kiri, berharap sebelum dia pergi dia tidak akan melihat mataku yg memanas ini mulai tergenang. Lihat, gara-gara dia aku akan goyah lagi. “geumanhae, gee. Dia hanya seorang namja yg harus kau lupakan” mungkin mantra seperti itu bisa membantuku sekarang.

Kudengar suara pintu sudah tertutup. Dia keluar. Benarkah yg kudengar? Dia benar-benar pergi. Aku menggigit bibir bawahku, masih menahan agar isakanku tidak pecah keluar. “ayolah, jangan sekarang” hatiku berteriak frustasi. Tapi percuma, pertahananku runtuh. Serasa ada duri yg menancap di ulu hatiku. Sangat sakit. Membiarkannya terluka begitu lama, membiarkannya menahan sakit sendiri, dan kini membiarkannya merasa bersalah. Semua karena ulahku. Ya Tuhan, egoisnya aku. Disaat seperti ini saja aku sudah terlalu banyak menyisakan ruam dihatinya. Menyesal. Tentu saja, aku sangat menyesal membuatnya terluka dengan cara kekanak-kanakan seperti ini. Tapi aku tak pernah menyesal mencintainya bahkan lebih dari diriku sendiri. Napasku terasa sesak. Bukan karena oksigen tidak mampu memenuhi ruang di paru-paruku. Tapi karena kebodohan yg kubuat sendiri. “Bodohnya kau song gyu gee”. Sungai kecil yg kucegah agar tidak mengalir akhirnya tidak bisa kubendung juga. Semua terasa sangat menyakitkan “mianhae”.

***

{Kyuhyun’s POV}

Dia masih belum sadar. Sangat mencemaskanku. Berulang kali aku mencoba melupakannya, tapi percuma. Kulihat dia terbaring lemah. Genieku. Dia tetap genieku meski dunia sudah merubahnya, hanya dia yg harus berdiri di sampingku dan yg akan kutunjukkan pada semua orang sebagai satu-satunya gadis yg kucintai.

“yya song gyu gee, kenapa kau belum bangun juga?kau membuat q cemas” kau tau, betapa cemasnya aku.

Menggenggam tangannya. Hanya itu yg bisa kulakukan sekarang. Aku bisa merasakan kesedihannya, walau jujur tindakannya sangat bodoh. Menyimpan semuanya sendiri dan membuatku berpikir untuk membencinya. Gadis bodoh. Usahamu tidak akan berhasil. Karena sampai kapanpun aku tidak mungkin bisa melakukannya, sekalipun aku menunjukkan sikap yg berbeda di depan hyung dan yg lainnya, karena aku masih menyimpan satu ruang untuk seorang song gyu gee di hatiku. Ruang yg tidak mungkin diisi oleh gadis lain “genie” aku sangat merindukkan memanggilnya seperti ini lagi. Agak, ya..sedikit..entahlah, panggilan kami..romantis..bukan aku sama sekali. Tapi tidak terlalu buruk, selama itu hanya untuk gee, aku siap menjadi seorang seperti lee donghae dan tentu saja menjadi bunnienya.

“sy~ah,,kim syhae,,han yevie” kudengar suaranya yg lemah. Terima kasih Tuhan. Setengah sadar dia memanggil kedua chingunya itu.

“genie, gwenchana?kau sudah sadar?” aku sangat lega. Melegakan sekali bisa mendengar suaranya.

“ah,,kepala q” ujarnya lemah dan mencoba untuk duduk. Dasar, tidak pernah berhenti membuatku cemas. Baru sadar dia sudah mencoba untuk bergerak berlebihan.

“bisakah kau tetap berbaring, hah?” aku sungguh mengkhawatirkannya. Aku tidak peduli dia menyadari keberadaanku atau tidak.

“gee~ah” ingin sekali aku memanggilnya genie lagi saat ini. Saat dia tersadar.

“cho kyuhyun~ssi” potongnya saat aku ingin melanjutkan kata-kataku. Aku merindukannya, tapi setelah mendengarnya memanggilku seperti itu, rasanya ada yg sedikit berbeda. Aku merasa ada tembok besar yg memisahkan kami. Aku sangat ingin mendengarnya memanggilku bunnie karena cuma dia yg boleh memanggilku seperti itu. Tapi aku terlalu banyak berharap.

“kau..bisa tinggalkan aq sendiri?” Serasa ada yg menghantam di hatiku. Apakah kami benar-benar akan berakhir seperti ini? Setelah usahaku menemukannya, setelah aku hampir membencinya. Demi apapun, sadarlah song gyu gee. Aku hanya akan melihatmu.

“masih keras kepala saja” saat seperti ini masih saja bisa berpikir menghindariku. Aku menggenggam tangannya semakin erat. Agar dia sadar, aku tidak ingin melepaskannya lagi. Jebal, sadarlah gee, jadilah genieku yg dulu.

Dia diam. Kami terdiam. Aku tidak tau apa yg sedang dipikirkannya sekarang. Tatapannya kosong kearah langit-langit kamar. Kadang dia menghela napas kecil. “Begitu sulitkah untuk kita bicara? Jangan mendiamkanku lagi gee, bicaralah, apapun asal kau tidak begini” ingin rasanya aku mengatakan itu. Mata yg dulu, masih sama, bedanya sekarang mata itu tidak bisa lagi bicara ‘saranghae’ tapi tidak akan merubah perasaanku padanya. Tidak akan pernah.

Lama kami hanya diam, dia juga tidak berusaha melepas tangannya dari genggamanku. Aku ingin semuanya selesai. Apapun hasil akhirnya, aku ingin dia bahagia.

“aq pulang” inisiatifku lebih dulu, kurasa membuat kepala batu itu mau bicara bukan hal yg mudah. Bukan waktu yg tepat. Dia harus mengistirahatkan tidak hanya tubuhnya tapi juga pikirannya.
“syhae sedang menuju kesini. Dia akan menemanimu” aku melepas tangan yg kupegang erat itu dengan sangat tidak rela dan mengelus kepalanya. Aku tau, dia pasti masih bisa merasakan dengan jelas, semua hal yg kami lalui tidak sedikitpun merubah perasaanku padanya. Aku menyayanginya.

Sebelum aku keluar, kulihat dia memalingkan wajahnya. Aku tau dia menyembunyikannya dariku. Matanya yg berkaca-kaca tidak pernah berhasil membohongiku. Airmatanya akan tumpah. Kutarik gagang pintu dengan perasaan bimbang. Kulihat lagi dia. Lagi-lagi seperti itu. Tidak sekuat kelihatannya. Ayolah, atau aku tidak akan bisa melangkah keluar sekarang. Jangan buat aku merasa jadi seorang namja yg pengecut gee. Bahunya bergetar. Mataku memanas, bulir-bulir kecil mengalir begitu saja saat aku melihatnya seperti itu. Kami seri sekarang.

“Nareul bwa ireoke gyeote isseodo neol gatji motajanha (lihat aku, walau berada di sisimu pun, tapi aku
tak mampu memilikimu)” andai bisa aku mengatakan itu padanya.
Melepasnya sama saja akan membuatku hidup dalam kematian. Ragaku mungkin masih bisa bertahan sebagai seorang Super Junior’s Kyuhyun, tapi hatiku tak ada bedanya dengan gelap yg dirasakannya..aku akan menjadi semakin Evil. Kututup pintu kamarnya dengan segenap keyakinan yg kumiliki. Aku tidak akan menyesal.

***

{Author’s POV}

“mianhe” isak gee sembari mengusap airmatanya dengan punggung tangannya yg bebas dari selang infus. Dia memijat pelipisnya dengan perasaan galau. Pusing. Itu yg dirasakannya sekarang. Campur aduk. Semua terjadi begitu cepat.

Gee bersandar di kepala ranjang. “kenapa kau begitu bodoh sih” ujarnya tertunduk lesu memeluk boneka kucing kesayangannya. Bulir-bulir airmata yg di sekanya terus mengalir sampai akhirnya Syhae datang bersama yevie “gee,,kau sudah sa…..” seru yevie melihat keadaan temannya “..dar” lanjutnya terbata.

“yya,,otteoke??” syhae mendekat kearahnya, dan refleks melepas beberapa kantong belanjaan yg dibelinya sebelum menemui gee.

“cho kyuhyun op..pa” ucap yevie kaget saat melihat kyuhyun mematung tak jauh dari mereka dengan mata sembab dan buru-buru dibalas gelengan oleh kyuhyun agar tidak memberitahukannya pada gee. Yevie mengangguk mengerti.

“eh?” sahut gee

“pasti gara-gara dia lagi kan?” tanya syhae pada gee agar yeoja itu tidak curiga kalau baru saja kedua chingunya itu melihat kyuhyun masih ada disana.

gee hanya menghela napas, mencoba tersenyum semampunya agar mereka percaya kalau dia baik-baik saja.

“kau ini keras kepala banget sih” syhae duduk di depan chingunya itu. Tatapannya tidak beralih dari tempat kyuhyun sedang berdiri memandangi gee. Dia bersandar di tepi kamar. Angin yg masuk lewat celah jendela, sedikit menyibakkan rambutnya. Siluet wajahnya tampak sempurna.

“anii,,bukan gara2 dia. . .mataku hanya sedikit perih tadi, gwenchana” aku gee

“jinja??

“nee, lagipula dia sudah pergi” tawa gee sedikit dipaksakan

“gee, dia tidak benar-benar pergi” hibur syhae prihatin melihat gee

“lalu apa yg harus kulakukan?” tanyanya seperti orang bodoh yg tersesat dan tidak tau harus pergi kemana.”menurut…well,,kalian?” katanya kikuk.

Yevie mendesah melihat gee , lagi-lagi seperti ini “harusnya kau senang kan, keinginanmu sudah tercapai, bukannya sejak awal kau mau dia seperti ini” kata-kata yevie berhasil menampar gee dengan sangat keras “jadi jangan sesali itu” ucap yevie hampir habis kesabaran.

“yevie~aa,,kau?” ucap syhae tidak percaya, kalau chingunya itu bisa berkata seperti tadi di tengah keadaan gee yg belum stabil. Kyuhyun yg dari tadi hanya jadi pendengar mengacak rambutnya frustasi.

“mwoya?apa aku salah?” bela yevie “lihat, sejak awal dia sendiri yg mau semuanya berakhir kan?ayolah syhae~ssi, berapa banyak airmata sia-sia yg sudah dikeluarkannya kalau hanya untuk disesali seperti sekarang”

“geumanhae!” syhae memandang tajam yevie

“dia bahkan lebih ah,,anii..sangat mengenal cho kyuhyun daripada kita sy~ah” tunjuknya kearah kyuhyun yg sekarang terduduk pasrah di sofa kamar tersebut.
“harusnya dia sadar, ini salah, caranya kekanak-kanakkan dan aku sudah cukup sabar menghadapi sikapnya selama ini” aku yevie dan dari pelupuk mata gee mengalir lagi sungai kecil. Dihapusnya dengan cepat airmatanya, berusaha keras agar terlihat kuat. Minimal di depan sahabatnya sendiri.

“Han Yevie!geumanhae” sekali lagi syhae mengingatkan yevie

“anii,,sy~aa..dia benar” potong gee sebelum syhae bisa bicara lagi
“aku memang bodoh” ucapnya

“aku cuma mau kau kembali seperti gee yg dulu. Uri gee yg ceria dan jail” yevie menangis memandang prihatin sahabatnya itu
“jebal, berhenti berpura-pura. Kau mengenalnya jauh lebih baik dari kami semua” suaranya memelan.

“a..a..ku” suara gee bergetar.

“uljima!berhenti menjadi seperti orang bodoh gee” yevie mendekati kedua sahabatnya

Gee menyeka airmatanya lagi, “ah,,mian…aku memang tidak pandai berbohong ya” gee menarik napas sedalam mungkin lalu bicara lagi “aku hanya tidak ingin dia kasihan melihatku” desahnya. Mereka semua hanya diam, membiarkan gee melanjutkan ucapannya, termasuk kyuhyun yg dari tadi hanya diam ditempatnya. Memandang dengan tatapan ‘aku-tidak-percaya-dengan-yang-kudengar’

“memang semua salahku, sejak awal salahku..kalian benar..ini..tidak seharusnya” tidak ada lagi airmata yg jatuh saat dia bicara.

“dokter bilang ada beberapa saraf dimataku yg terganggu, sekalipun aku mendapat transplantasi kornea dari bank mata keberhasilan untuk bisa melihat sangat kecil, bahkan kemungkinan terburuk adalah gagal” aku gee pada mereka.

“ya tuhan, gee” syhae tidak bisa menutupi keterkejutannya.

“apa itu cukup untukku bertahan? aku selalu berharap dia bisa melihatku seperti gee yg dulu, bukan gee yg sekarang” mereka terkejut. Tapi tentu saja ada yg lebih syok, cho kyuhyun. Dia meremas bantalan kursi disampingnya dengan perasaan campur aduk.

“kau..” gumamnya pelan. Menoleh tidak percaya ke arah gee.

“hajiman…muttahan sarange nae mami apa (tetapi ketidak mampuanku menjaga cinta itu membuat hatiku sakit)….geure..kehilangan penglihatan saja sudah cukup membuatku hancur, bagaimana kalian pikir aku senang. Menyakiti hati orang yg paling aku cintai” ucapnya lagi. Syhae dan yevie hanya saling pandang, tapi yg lebih mereka khawatirkan adalah dua pasang manusia bodoh di depan mereka. Yang satu pura-pura tegar, satu lagi siap menyantap gee dalam sekali gigitan. Namja itu sebentar lagi akan murka.

“katakan bagaimana aku bisa mengatakan semuanya dengan jujur kalau ini saja sudah terlalu menyakitkan untukku?apalagi untuknya?”

“kenapa kau menutupinya dari kami gee~aa?” yevie membelai lembut pergelangan tangan gee.

“apa kau sanggup mengatakannya kalau kau adalah aku?” tanya gee lagi “aww,,kepalaku” ringis gee tiba-tiba.

“gee” sahut syhae

“gwenchana, hanya sedikit nyeri” gee menarik napas dalam lagi, berharap teknik itu bisa mengurangi nyerinya. “berulang kali aku mengumpulkan keberanian untuk mengatakannya…” tatapnya nanar “tetap saja tidak berhasil, jadi biarkan saja. tetap seperti ini sampai akhir, dan dia akan melupakanku, karena aku tidak akan muncul lagi didepannya”

“maksudmu, kau..” yevie sangat mengerti kemana arah pembicaraan mereka sekarang, diliriknya syhae dan kyuhyun bergantian. Ada tatapan memangsa keluar dari mata kyuhyun. Buru-buru dipalingkannya lagi wajahnya.

“keurom, sejak awal tempatku bukan disini. Maksudku seharusnya aq ikut appa dan umma ke indonesia kan?pada akhirnya semua akan begini. Aku akan pulang dan menata hidupku dari awal lagi, sama seperti yg akan dilakukannya” terang gee. Dia tersenyum hambar.
“jadi, bantulah dia menjadi dirinya yg dulu sebelum mengenalku” lanjutnya lagi. Syhae sudah akan bicara tapi kyuhyun tampaknya baru tersadar dari tidur panjangnya.

“babo,,jeongmal baboya song gyu gee” ucap kyuhyun tiba-tiba. “kau pikir kau siapa?kau bahkan belum mencobanya, kenapa kau harus menyerah sebelum berperang hah?” kyuhyun meluapkan semuanya.

“selesaikanlah, kami akan keluar” yevie menarik syhae keluar dari ruangan dengan cepat. Sebelum iblis itu juga akan memangsa mereka.

Hening!

“bicara song gyu gee!” perintah kyuhyun. Matanya berkaca-kaca. Marah, sedih. Keadaan ini Benar-benar menjengkelkan sekarang.

“pada akhirnya akan begini kan, jadi biarkanlah, jangan libatkan dirimu terlalu jauh” setenang mungkin gee bicara.

“kau pasti marah padaku, gwenchana. Aku pantas mendapatkannya” lanjutnya lagi.

“geure, aku marah padamu, sangat marah gee. Kau pikir semuanya permainan hah?” sahut kyuhyun yg sudah berdiri di depan gee lagi.
“gadis bodoh, berhentilah berpura-pura genie~aa”

“genie.” kekehnya pelan. “kuharap ini terakhir kali kau memanggilku seperti ini. pulanglah, hiduplah sebagai cho kyuhyun yg dulu, seorang magnae dari super junior. Anggap kau tidak pernah mengenalku” suaranya sedikit bergetar.

“shireo..kau harus bertanggung jawab sampai akhir, karena sudah membuatku mencintai gadis paling bodoh sepertimu!” kata kyuhyun kesal.

“kau lebih bodoh, kau cari saja gadis lain. Bukan aq yg buta seperti ini” tawanya hambar

“nee, aku memang bodoh. Tapi cuma gadis bodoh di depanku yg boleh melihatku begini, tidak peduli dia buta atau harus melihat dengan mata orang lain. Bagiku dia tetap gee yg kukenal” airmata kini mengalir dipelupuk kyuhyun.

“geumanhe!” gee tidak mau menangis di depan kyuhyun. Dia akan semakin rapuh kalau harus mendengar kyuhyun bicara lagi. Dipalingkannya wajahnya dari suara kyuhyun.

“jadi biarkan aku mencintai gadis bodoh itu sampai akhir”

“cho kyuhyun, kubilang berhenti sekarang. kepalaku sakit, jadi keluarlah” suaranya bergetar. Tetesan-tetesan kecil turun dari matanya.

“biarkan aku tetap disisinya, biarkan aku menjadi matanya kalau dia gagal mendapatkan cahaya untuk melihat. Jebal, biarkan dia menjadi genieku yg dulu” ucapnya pelan.

“geumanhae!aku tidak mau mendengarnya lagi. Jebal..jangan begini” isak gee pecah sekarang. “keluar kubilang, bukankah kusuruh kau keluar dari kehidupanku. Aku tidak pantas disisimu” oceh gee dengan tangisan yg merebak.

“kau pantas…hanya song gyu gee yg pantas disisiku” Kyuhyun menarik gee dalam pelukannya “jadi, biarkan dia melewati semuanya bersamaku” dan isakan gee semakin kencang. Kyuhyun mengusap kepala gee dengan sayang. Dia memeluknya dengan erat seakan tidak ingin melepasnya lagi. Dia membiarkan gadis itu menangis sesegukan dipelukannya. Tidak ada kata yg keluar dari gee. “menangislah, asal kau bisa tetap bersamaku”. Kyuhyun semakin mengeratkan pelukannya, dibiarkannya gee menangis hingga yeoja itu tenang dengan sendirinya.

Beberapa menit posisi mereka masih sama, kyuhyun mengelus punggung gee. “sudah lega?” bisiknya tanpa melepas pelukannya yg hanya dibalas anggukan kecil oleh gee saat gadis itu sudah benar-benar berhenti menangis.

“kau, tidak boleh seperti ini lagi!arasseo! Kalau sampai terjadi lagi, aku akan benar-benar membencimu” kyuhyun memainkan anak rambut gee dan menyelipkannya kebalik telinga. “bodohnya, genieku” ejeknya.

gee hanya tersenyum. lega, setidaknya itulah yg dirasakannya sekarang, terlebih dipeluk oleh orang yg dicintainya, membuatnya tidak bisa bicara lagi.

“heii, dari tadi hanya aku yg bicara dan kau hanya tersenyum seperti itu.” kyuhyun mulai bersikap usil lagi.

“gumawo” ucap gee singkat “bisakah tetap begini… sebentar saja” pintanya agar kyuhyun tidak melepas pelukannya.

“gumawo…geudaerel sarang halsuisoso..(terima kasih aku telah
bisa mencintaimu)..bunnie”

“nee,selama yg kau mau genie~aa” kyuhyun memeluk lagi yeoja yg dirindukannya itu.

Gee bisa merasakan napas kyuhyun yg berhembus di dekat telinganya. Dia tidak tahu bagaimana menggambarkan perasaannya sekarang. Dia hanya ingin waktu tetap berjalan seperti ini.

“kau akan mempertimbangkannya kan?” tanya kyuhyun “jangan menyiksa dirimu sendiri” ucapnya lagi

“emm..ara” sahut gee singkat mengerti apa yg dimaksud kyuhyun.

“tidak bisa apa, kau bicara lebih panjang lagi?” perintah kyuhyun

“nee”

“aishhh,,benar-benar” kyuhyun gemas melihat yeoja didepannya.

“gumawo” ucap gee mengulang kata-katanya lagi “gumawo, kau masih bertahan padahal aku sudah menyakitimu” matanya berkaca-kaca lagi

“mianhe, semua gara-gara keegoisanku, kau sampai begini” lanjutnya

“harusnya sejak awal aku jujur” mengalir lagi airmata gee.

“aniyo…mian handaneun marel hajima (janganlah mengucap kata maaf)” sela kyuhyun.

“kalau aku jujur, kau tidak akan…” isaknya terbata “kau tidak akan terluka”

“aniii,,uljima..uljima..”. Kyuhyun mengangkat wajah gee yg tertunduk.

“kedaei dununae herenen nun mulel bulsueopseo (aku tak bisa
melihat air matamu yang mengalir di dua matamu) kau tidak salah, jadi lupakan. Kita bisa mulai dari awal lagi, arachi” kyuhyun menghapus airmata gee dengan lembut.

“mulai dari awal lagi?kau bahkan masih memberiku kesempatan”

“ehm, mulai dari awal, anggap semuanya tidak pernah terjadi.” kyuhyun mengecup kening gee “berjanjilah kau akan berjuang untuk melihat lagi” bisiknya

“nee,,arasseo..hajiman…” ucapnya ragu

“jangan pikirkan hasilnya, kau hanya harus yakin kalau semua baik-baik saja..sekalipun tidak ada yg berubah, kau akan tetap disisiku” ucapnya seolah bisa membaca keraguan di dalam ucapan gee.

“lakukan ini untuk dirimu sendiri, bukan karena aku ingin kau yg seperti dulu. lakukan karena kau memang menginginkannya genie~aa” jemarinya menyisir lembut rambut gee.

“kau hanya perlu bertahan sampai akhir bersamaku” ucapnya lembut mendekat ke arah gee.

“bantu aku agar bisa melihat senyummu lagi bunnie~aa” ucapnya pelan. Gee bisa merasakan wajah mereka sangat dekat sekarang. Napas kyuhyun yg hangat berhembus melewati kulitnya.

Degh..jantung gee jadi tidak beraturan lagi. Mereka sangat dekat sekarang. Dia yakin itu. Dia memang kehilangan penglihatannya, tapi tidak dengan indera perabanya ataupun perasaannya. Dia bisa merasakan wajah kyuhyun semakin mendekat ke wajahnya sekarang. Entah perasaan sekuat apa yg sudah mendorongnya, gee memejamkan matanya saat dirasakannya kyuhyun mulai mengecup bibirnya dengan lembut dan gee tidak berusaha melepaskan diri dari dekapannya. Ada aliran listrik yg seakan menjalar melewati pembuluh darahnya, membuat fungsi otaknya terhenti sekejap. Beberapa detik berlalu dan tidak ada yg berinisiatif melepaskan diri. Airmata gee kembali turun saat bibir kyuhyun masih dengan manis menempel di bibirnya. kyuhyun melepas ciumannya. “asin” sahutnya lagi. Wajah gee hanya bisa memerah seperti tomat. Kyuhyun yg melihatnya tertawa terbahak-bahak. “aigooo,,merahnya. Aq bercanda genie~aa” kekehnya. “kau membuatku menghapus ini lagi, aiyaa merusak suasana saja” goda kyuhyun nakal.

“tertawalah, kau bahkan tidak punya rasa bersalah” gee hanya bisa manyun “sudah, aku bisa menghapusnya sendiri” rajuknya melepaskan tangan kyuhyun di wajahnya.

“serius deh, asin. Nangis sih, ini kan first kiss kita” godanya lagi

“cish~ first kiss..pura-pura bodoh bunnie~aa??” sindir gee kesal.

“mwoya??apa sih maksudmu?” sahut kyuhyun santai

pletakkk..

jitakan keras melayang ke kepala kyuhyun. keahlian gee dalam urusan jitak menjitak masih tidak berubah walaupun dia tidak bisa melihat. “kau tidak berubah” ringisnya mengusap kepalanya.

“beraninya kau bilang ini first kiss kita. Kau sudah mencuri first kiss q sebelumnya, bodoh” sahut gee, sangat kesal karena namja di depannya pasti sudah tertawa penuh kemenangan.

“mwoya???kapan?” kyuhyun benar-benar lupa kalau dia pernah mencium gee sebelumnya.

“aha??lupa??lalu apa..di mobil, saat tidur, masih lupa hah?apa perlu kujitak lebih keras?” cibir gee.

“haha..aku cuma mengecupmu genie~aa” tawanya

“apa bedanya, hah?”

“aigooo,,jadi kau gak tidur waktu itu. Berarti kau menyu..”

Pletakkk..

jitakan kedua mampir lagi di kepala kyuhyun.

“kalau masih bicara, kau benar-benar akan mati cho kyuhyun” wajah gee memerah.

“panggil aku bunnie lagi!” tegas kyuhyun

“hanya dalam mimpimu” gee kembali berbaring dan menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.

“aigooo..uri genie malu..yeppota” goda kyuhyun lagi dan mencoba membuka selimut gee. Terjadilah tarik menarik selimut

“kepalaku” ringis gee memegang balutannya

“yya..yya..kau,,gwenchana?Kepalamu kenapa?perlu kupanggil dokter, atau perawat?yya,,otteoke?” tanya kyuhyun panik

“kau lupa aku pasien hah??kepalaku sakit tau, kau menyenggolnya tadi” omel gee.

“mianhe..tidak sengaja, chankaman, aku akan memanggil perawat” kyuhyun berbalik menuju pintu. Tapi dia sangat terkejut melihat pemandangan di depannya.

Gubraksssss

Beberapa pasang tubuh terjerembab masuk ke dalam kamar.

“aiyaaa,,appho,,gara-gara kau sih, ketauan kan” eunhyuk menyalahkan donghae

“aishhh,,yg ngajakin duluan kan teuki hyung, salahkan dia dong” bela donghae dengan PDnya

Mereka saling tumpang tindih dengan posisi shindong yg paling malang sebagai tumpuan, menyusul leeteuk diatasnya, lalu heechul, sungmin, eunhyuk dan donghae paling atas. Sedangkan siwon, yesung dan ryeowook paling beruntung karena berhasil menyelamatkan diri sebelum bergabung menjadi tumpukan orang-orang yg di cap sebagai tukang intip oleh kyuhyun.

“yya,,sejak kapan kalian disitu hah?” teriak kyuhyun penuh tatapan membunuh “kalian mengintip, sialan” cecarnya

“sampai kapan aq di bawah sini??????badan..kk..kuu sakit” dengus shindong malang.

mereka berdiri dan menunjukkan senyum tanpa dosa pada kyuhyun.

“anii,,kami gak ngintip kok” bela teuki dengan wajah angelnya.

“pintunya aja tuh yg gak rapat” lanjut shindong membetulkan posisi berdirinya.

Gee hanya melongo tidak percaya dengan apa yg didengarnya.

“padahal dramanya masih seru hae, harusnya ada kisseu lagi” dengan santainya eunhyuk nyeletuk “tapi gak papalah, yg tadi aja udah cukup. Lihat deh, aku bisa dipertimbangkan jadi seorang sutradara” elusnya pada kamera digital yg dikalungkannya.

“ah,,berhasil merekamnya hyuk?” tanya heechul dengan wajah berbinar, eunhyuk mengangguk dengan senyum evil berhasil mengusili magnaenya itu.

“dasar yadong, beraninya kau” teriak kyuhyun dengan wajah memerah “mati kau lee hyuk jae” dan sepasang sepatu berhasil mendarat di tubuh eunhyuk.

yg lain hanya terbahak melihat magnaenya sekarang tersipu malu, mereka lega dia bisa kembali seperti cho kyuhyun yg dulu.

“aigooo,,uri kyuhyun hebat juga. Kau hebat magnae” goda donghae nakal. “kurasa sebentar lagi, dia akan menyusul kita” liriknya pada syhae yg tersenyum bahagia melihat sahabatnya bisa tersenyum lagi.

“anii..bukan kyuhyun lagi..tapi..bunnie..lucunya uri bunnie” goda heechul

“GEUMANHAE…” teriak kyuhyun frustasi.

“cieee…cieee..ehmm..uhuk..uhuk..genie malu tuh” ryeowook mulai menunjukkan sikap jailnya.

“husshh..udah dong..rumah sakit nih, bukan taman hiburan” siwon siap-siap ceramah

“super junior kan memang taman hiburan” sahut sungmin. Sontak yg lain tertawa mendengar ocehannya.

Gee sangat syok sampai tidak bisa bicara. “Bagaimana mungkin” pikirnya dan kembali menutup tubuhnya dengan selimut. Rasa sakit di kepalanya tiba-tiba hilang. Teknik distraksi kali ini, sepertinya lumayan berhasil mengurangi rasa nyerinya.

***



  • Tidak ada
  • Choi Na'an: Omo... Apa smbungan'y... Meolah pnasaran ja neh...Ppaalliwaa... Gee-ya
  • syhae: hehe..... mampir.... spa tau ada FF diam2... xixi
  • ChoKyuQhiELF13: aku bahkan baru liat komen anda disini..hahaha

Kategori