Chokyuqhielf13's GaemGyuZonE

Archive for November 2011

Temanku…
Entah berapa lama adanya ketika lembayung sudah tak menyala ungu

Pucuk daun krisan sudah menguning…

Matahari juga merajuk, malu-malu menyembulkan wajahnya dibalik awan yang sebentar lagi akan menjadi kidung…

Entah berapa lama, sejak hari itu?

Persimpangan terakhir dimana kita berdiri berhadapan..
Hanya ada rumput yang bergoyang-goyang kompak disana, menggelitik tapak-tapak kaki yang meruam dan lebam

Kau tersenyum temanku..

Ya…
Kau tersenyum
Tarikan kecil dari kedua sudut bibirmu membentuk sebuah lengkungan itulah yang masih bisa kuingat sampai sekarang…

Hujan dipelupuk mataku mengaburkan segalanya…
Pesona nefertiti runtuh bersama hujan
Bilqis si Ratu Sheba pun tak akan bertahan dengan diademnya

Saat hujan kemarin sore!

Tepat saat terakhir lekukan-lekukan jemarimu yang hangat bertaut dibuku-buku jariku terlepas
Kepompong kita tidak akan bermetamorfosis lagi…
Candu bagi si lebah madu tidak lagi terasa manis

Itulah teman..saat goresan halus sebuah pena menuliskan pencapaian terakhirku akan sebuah pengharapan tiba-tiba terhenti

Tintanya habis!
Kertasnya basah, lusuh dan melebur bersama hujan yang berteriak akan kemenangan hari itu…
Hujan kemarin sore yang aromanya menguar begitu khas…

Temanku…
Kau dengar?katak-katak itu mulai menyanyikan lagu pengharapan, pilu, berisik diantara gemerisik hujan yang memenuhi ruang gerak sebuah cakrawala sore itu

Saat hujan kemarin sore!

Tubuhku ringkuh, meringkuk dibalik lembar demi lembar sampiran yang menutupi kulitku yang mengkerut..
Jari-jemariku membeku bersama hujan kemarin sore

Hanya kita yang menentang angkuhnya hari…
Berlari bersama gemuruh yang menggelegar…
Menentang kilatan cahaya disepanjang ufuk barat kala itu…

Lihat sebentar…
Ada kalanya mimpi akan oase itu penuh sesak dalam tidurku
Pemandangan dimana kau menuangkan secangkir coklat hangat untukku berputar-putar dengan sempurna

Angin kemarin sore berayun-ayun nakal membuat kelopak tanpopo bertebaran layaknya kapas..

Ringan…terselip diantara anak-anak rambut yang menjuntai

Temanku…
Mungkin kiranya rubi itu demikian menawannya dari safir yang kumiliki, hingga kau menjulurkan tanganmu alangkah mudahnya untuk merengkuh dan menempanya jadi perhiasan berharga bagimu

Ya…
Si safir ini hanya bisa menyala biru tak bernyawa melihat si rubi yang menawan
Si safir akan meredup!

Dengar…
Bukankah hujan kemarin sore itu terlampau berkesan?
Kabut yang menggumpal kian menipis menuju embun-embun kecil keesokan paginya, meninggalkan jejaknya ditepi-tepi bunga dan daun yang tergantung malas di rantingnya…

Ya…
Ini kisah tentang hujan kemarin sore teman
Kaki kita masih meninggalkan jejas-jejas disana
Tepi danau yang kita lewati penuh teratai memutih
Riak-beriak bersahutan..
Tergenang…kala hujan kemarin sore

Ya…
Ini tentangmu…
Tentang hujan kemarin sore!

Iklan


  • Tidak ada
  • Choi Na'an: Omo... Apa smbungan'y... Meolah pnasaran ja neh...Ppaalliwaa... Gee-ya
  • syhae: hehe..... mampir.... spa tau ada FF diam2... xixi
  • ChoKyuQhiELF13: aku bahkan baru liat komen anda disini..hahaha

Kategori