Chokyuqhielf13's GaemGyuZonE

Mr.Cho.It’s About…

Posted on: Desember 26, 2011

Title: Mr.Cho, It’s About…

Author: ChoKyuQhiELF

Genre: Fanficton, Gado-gado

Main Cast:

-Cho Kyuhyun

-Song Gyu Gee

Other Cast:

-Super Junior

-Kim Syhae

-Han Yevie

 

 

Annyeoooooonggggg yeorebeunnnnnn…Author abal-abal bin amatir datang lagi…ini karya ke-2 yang publish..aslinya sih karya ke-6..berhubung FF lainnya tidak jelas endingnya mau diapakan, ya sudah..dibiarkan berdebu saja..dan saia tidak janji ini ada lanjutannya..mengingat kemampuan dalam bidang tulis-menulis saia yang amat sangat terbatas dan sitkon yang selalu berubah-ubah..anggap saja ini FF selingan tanpa ending *ini author lagi stress*

So, happy reading..dilempar apapun saia ikhlas..apalagi kalo Kyuhyun yang dilempar..demi kedamaian dan ketenangan bersama, maklumi saja apabila banyak typo dan cerita ini amat sangat tidak menarik…basic saia kan bukan penulis cerita-cerita macam ini..it’s just for have fun..:D

*Author bawel*

Happy Reading…*cipokin reader satu2*

#plakkk

Mr.Cho, It’s About…

 

@ SMent’s Backstage

 

“Yya!CHO KYUHYUN!”

Teriak seorang yeoja, pipinya menggembung, matanya membulat penuh. Kyuhyun terkekeh kecil sembari melempar T-Shirtnya yang basah karena keringat, Pria bertubuh jangkung itu menjangkau T-Shirt putihnya yang lain, lalu memakainya. Ia sudah menduga, pasti yeoja itu akan bereaksi setelah melihat Sushow 4 mereka. Sungmin dan Leeteuk hanya bisa terkekeh geli dan geleng-geleng kepala melihat tingkahnya. Tidak ada antisipasi apapun yang mereka siapkan, kalau-kalau yeoja didepan mereka akan meledak saat itu juga.

“Waeyo?” Tetesan-tetesan kecil dari rambutnya mengalir dipipinya. Kyuhyun mengibaskan rambutnya, mengacaknya asal membuat cipratan kecil mengenai wajah yeoja manis di depannya. Gadis itu mendengus sebal.

“Huh, bukannya kau bilang tidak akan bugil” tukas yeoja berperawakan kecil itu dengan polosnya. Dari sekian banyak kosa kata yang dimilikinya, entah kenapa kata itu yang harus keluar. Song Gyu Gee, nama yeoja itu. Bibirnya mengerucut sempurna. Benar-benar kesal dengan namja evil didepannya sekarang.

“Hahahahaha..ya ampun, kau bilang aku bugil. Yya, hyung. Kalian dengar?dia bilang aku bugil..bhahahahaha” Kyuhyun terus tergelak, tangannya refleks memukul-mukul meja rias kecil didepannya hingga bergetar. Begitu juga dengan yang lainnya. Gee menatap geram kearah semua member diruang ganti khusus Super Junior tersebut, membuat semuanya terdiam seketika, dan hanya bisa menahan tawa, tidak terkecuali dengan Kyuhyun. Ia masih saja terbahak. Ryeowook memegang perutnya, bibirnya terkantup rapat, ia mati-matian menahan tawanya. Sungmin yang berada disebelahnya, menggigit bibirnya, berusaha menahan tawanya juga agar tidak keluar. Member lain?Mereka semua bersama Wook dan Ming akhirnya menghambur keluar ruangan dan Gee masih bisa mendengar walau dari radius 5 meter, suara membahana mereka, menertawakan kebodohannya tadi. Sumpah Demi Mendiang Raja Sukjong, Yesung dan Donghae akan jadi orang pertama yang dihabisinya kalau ketemu nanti. Tawa mereka paling nyaring terdengar. Dan tidak usah ditanya detik berikutnya, tas bermerk Gucci keluaran terbaru miliknya sudah menghujani bahu Kyuhyun. Rasa kesalnya sudah di ubun-ubun.

“Kau pikir lucu, hah?terus tertawa sampai rahangmu copot Cho Kyuhyun~ssi” sungut gadis itu, dadanya naik turun menahan amarah. Padahal ia sudah menahan diri, dan mematahkan egonya lalu menyerah kalau ia jelas-jelas cemburu, semua sia-sia, hanya karena satu kata bodoh yang diucapkannya. Memalukan sekali. Dan Kyuhyun tanpa perasaan menertawakannya. Di depan member lain pula, siapa yang tidak kesal. Ah, lagipula wanita mana yang tidak akan cemburu melihat pasangannya sendiri buka-bukaan didepan banyak orang. Sayangnya Gee masih cukup normal untuk bisa merasakan cemburu, hanya karena Kyuhyun tampil ‘Seksi’ di Super Show 4 mereka. Membuat ELFs menjerit. Itukan yang sudah dinanti-nanti mereka. Melihat Kyuhyun dalam keadaan Topless.

Kyuhyun menangkap pergelangan tangan Gee, saat gadis itu memutuskan akan berlalu dari hadapannya. Ia memeluk posesif gadisnya, membenamkan wajahnya di bahu Gee dengan nyaman. Tidak ada perlawanan untuk perlakuan Kyuhyun. Gadis didepannya sedikit menggeliat. Kyuhyun menyesap aroma manis Strawberry dan mint yang menguar dari tubuh Gee, membuatnya semakin mempererat dekapannya. Tangannya melingkar erat di pinggang Yeoja berambut ikal sepinggang tersebut.

“Kajima, hanya Fans service, Genie~ya” bisiknya ditelinga Gee, membuat gadis itu bergidik. Matanya rapat terpejam. Gadisnya ini benar-benar sudah menjadi candu baginya. Selama mengenalnya, tak pernah sekalipun ia kehilangan sensasi indah candunya itu. Gee hanya mendesah kecil. Ia memutar matanya, mendorong tubuh jangkung Kyuhyun yang rapat menempeli tubuhnya dengan kedua tangannya yang bebas. Gadis itu melipat tangannya didada. “Kau membuat Sparkyu menjerit!bagaimana kau bisa menahan diri kalau kau melihat pasanganmu sendiri ‘bugil’ hah?ah, dan BA-SAH” protes Gee penuh penekanan. Kentara sekali, yeoja itu cemburu.

“Aku tidak bugil, Genie. Hanya topless. Kapan lagi, mereka melihatku begitu, kalau bukan Sushow?itupun cuma VCR. Lagipula kau juga menikmatinya kan?” Kyuhyun tersenyum evil, ia membingkai wajah Gee dengan kedua tangannya, memaksanya melihat matanya saat mereka bicara. Gadis itu hanya memberengut kesal. Penuh tekukan. Ya, memang tidak mengherankan kalau seorang Kyuhyun juga bisa memberikan Fans Service seperti yang sering dilakukan member lain. Ayolah, ini dunia entertaiment. Segalanya serba mengikuti script dan kadang harus melenceng sedikit dari yang sudah direncanakan. Ok, bisa diterima. Alasan yang logis. Tapi bagi seorang rakyat pribumi seperti Gee, ini sedikit..yeah..sulit mengungkapkannya dengan kata-kata. Gadis itu, hanya perlu beradaptasi lebih baik dari sebelumnya. Arghh, lagipula kenapa ia harus terlibat cerita cinta bersama iblis kurus itu?Iblis bersayap malaikat yang begitu dicintainya.

“Apa bedanya?tetap saja bugil. Itu aurat. Kau tau, bahkan dalam kepercayaan umat muslim, itu dosa. Dan tidak untuk tubuhmu yang seperti ini.” telunjuk Gee menekan tepat di dada Kyuhyun. Sungguh manusia yang tidak mau saling mengalah. Alasannya banyak sekali. Situasi yang tidak pernah berubah tiap kali mereka berdebat hal-hal sepele.

“Dan aku bukan muslim sayang, jadi tidak ada masalah kan?” Kyuhyun terkekeh lagi. Sudut bibirnya terangkat. Memamerkan senyum sinisnya. Gee hanya memutar kedua matanya dengan ekspresi ‘ayolah, ini konyol’. Tapi Kyuhyun tampaknya benar-benar tahu caranya menempatkan diri dalam situasi yang melingkari mereka. Ia menang. Gadisnya cemburu. Ini artinya, kartu mati Gee sudah ditangannya. Oh, ayolah. Ini seorang Cho Kyuhyun, siapa yang bisa melawan Si Evil ini?kalaupun ada, lawan seimbangnya hanyalah Gee dan Sungmin. Itupun kalau Dewi Fortuna mengizinkan. Tapi dapat dipastikan, hasil akhir selalu saja kemenangan berada dipihak iblis berwajah malaikat itu. “Lagipula semua ini milikmu” Kyuhyun membuka dengan lebar kedua tangannya, tangannya kembali terlipat didada. Menggoda Gadisnya memang pekerjaan mudah yang sangat menyenangkan dan selalu ingin dilakukannya kalau sudah bersama Gee.

“Asal kau tidak berpikir menari seduktif seperti Wookie oppa saja” Gee menatap tajam Kyuhyun. Namja itu menjentikkan telunjuk di dagunya sendiri, tampak seperti berpikir.

“Who knows” Kyuhyun mengangkat bahunya. Raut wajahnya terlihat sangat jahil. Gadis didepannya hanya terperangah. Buru-buru membuang muka dengan tatapan kalau ia akan segera muntah sekarang. Yiaw, memikirkannya saja sudah membuat sinyal-sinyal jijik dikepalanya menyala. Gee kembali menggerutu.

“Kau terlalu kurus untuk bugil, aku tidak suka melihatnya. Kalau Siwon atau Eunhyuk oppa mungkin aku juga akan menjerit seperti mereka” Gee berbalik memunggungi Kyuhyun. Ia mengacak isi tasnya dengan gusar. Entah apa yang dicarinya. Gadis itu sudah tidak tahu harus melakukan apa lagi untuk mengalihkan perhatiannya sendiri. Ia berharap, kalau saja sekarang ia membawa peralatan medisnya akan ia bungkam mulut namja itu dengan gumpalan kasa kalau perlu ia akan menjahit mulut namjanya itu agar berhenti berceloteh dan semakin membuatnya tersudut. Tersudut?Tentu saja, semua yang dikatakan Kyuhyun hampir 100% mengandung kebenaran. Tidak bisakah namja itu saja yang mengalah?Ok, sekarang iblis mana coba yang mau mengalah dan berhenti menggoda manusia?

“Kau cemburu!” kata-kata itu seakan menghantam tepat di jantung Gee. Sekarang malah berputar-putar di kepalanya. Ya, Cemburu. Kyuhyun benar, Gee cemburu buta. Kyuhyun mengalungkan kedua tangannya keleher Gee dari belakang. Membuat Gadis itu terdesak, lagi-lagi merapat tepat didada *entah bisa disebut bidang atau tidak* Kyuhyun. Ia sekarang bisa mendengar jelas detak jantung namjanya itu. Tapi kenapa Gee yang jadi deg-degan. Andai saja saat ini Gee menjalani pemeriksaan aktivitas kelistrikan jantung, hasilnya pasti tidak akan normal. Gelombang jantungnya tidak akan beraturan lagi.

“Tidak!” pungkas gadis berlesung pipi itu. Gadis itu ngotot tidak mau kalah. Orang buta pun bisa melihat kalau ia memang sedang terbakar cemburu sekarang. Gee berusaha melepas dekapan Kyuhyun, tapi namja itu malah semakin mempererat dekapannya.

“Cemburu, sayang!” tegas Kyuhyun, memainkan anak rambut Gee yang menjuntai halus. Menyesap aroma manis dari rambutnya. Suaranya keluar dengan tenang. Anehnya itu jadi terdengar begitu halus dan lembut ditelinga Gee. Napas Gee sedikit memburu. Ia mencoba menahan diri. Mengalah adalah pilihan terburuk dan terakhir. Ah..tidak, itu bahkan pilihan satu-satunya yang dimilikinya sekarang. Kelihatannya begitu, melihat sistem-sistem tubuhnya sekarang tidak bekerja semestinya, tidak usah menunggu kesadarannya semakin menurun. Gadis ini memang akan segera koma sepertinya. God, segera tolong gadis itu sebelum ia mati ditangan iblis macam Kyuhyun.

“Aniyo” elaknya. Ia menggeleng cepat. Wajahnya bersemu. Darahnya berdesir. Dan irama jantungnya semakin tidak beraturan ritmenya.

“Bohong. Aku yakin” tangan Kyuhyun sekarang bermain dijarinya, menggenggam tangan kecil gadisnya. Membuat jarak antara keduanya semakin rapat. Napas Kyuhyun yang hangat menembus kulit leher Gee yang jenjang. Paru-parunya harus segera diisi oksigen sebelum ia benar-benar…TEWAS!!

“Cish~ dari dulu kepercayaan dirimu memang selalu tinggi, Mr.Cho” Suara Gee bergetar saat mengatakannya. Sial, suaranya kenapa terdengar seperti permohonan. Ini bukan pertama kalinya mereka begini. Tapi, selalu saja membuatnya deg-degan. Cho Kyuhyun. Semua orang juga tahu dia sangat mempesona. Tapi demi Tuhan. Berada tanpa jarak seperti ini dengan magnae Super Junior.  Sepertinya, tetap saja ujung-ujungnya akan membuat pertahanannya runtuh. Cho Kyuhyun sudah terlalu memabukkan.

“Ehm..Bukankah kau selalu begitu, Miss Song..ah..aniyo..Mrs.Cho” Suara Bass Kyuhyun seakan bisa menghancurkan benteng pertahanan Gee dalam sekejap. Hanya suara dan sentuhan kecil saja membuatnya sudah tidak waras seperti sekarang. Gee menarik napas sedalam-dalamnya. Ia butuh lebih dari sekedar oksigen sekarang. Mungkin kalau ia lilin, ia akan meleleh dengan sangat cepat (—.—‘)

“Err…entahlah” Gumam Gee pelan. Ia memang tidak pernah pandai berbohong. Akhirnya ia mengaku kalah juga. Walaupun secara tersirat, Kyuhyun masih bisa merasakan bendera kemenangan sudah berkibar diatas kepalanya.

“Genieku cemburu” Senyum evil mengambang di wajah tampan Kyuhyun.

“Berhenti bersikap menyebalkan dan mau sampai kapan kita begini, Bunnie. Sudah ah, aku mau pulang, cepat lepaskan tanganmu” tangan Kyuhyun yang hangat malah beralih kepinggangnya, mencegah Gee beranjak dari sana saat Gee ingin melepas dekapan namja itu sepihak, dan seakan mampu mengalirkan jutaan volt listrik kewajahnya. Pipinya merona, padahal ia sudah ingin melepaskan diri dan segera menyiram kepalanya dengan air sebanyak apapun sebelum saraf otaknya lumpuh seketika sekarang juga, gara-gara namjanya itu.

“Saranghaeyo, Genie~ya” Belum sampai hitungan 1 detik, tubuh Gee sudah diputar cepat oleh Kyuhyun, kini posisi mereka saling berhadapan. Namja itu mengecup bibir tipis Gee. Memeluk kembali tubuh Gee yang hanya terpaut beberapa centi darinya. Gee tersenyum kecil dibalik tubuh besar Kyuhyun. Dirasakannya jari-jari Kyuhyun terselip dirambutnya. Gadis itu membelai lembut punggung Kyuhyun. Menelusuri tiap jengkal punggung kokoh namjanya. Aqua blue yang lembut membuatnya makin berdebar-debar dan tampaknya akan semakin melayang kalau mereka terus-terusan berada dalam posisi seperti ini.

“Sudah kubilang, aku hanya milikmu, Genie~ya. Dan jangan berpikir untuk pulang sekarang, karena aku tidak akan membiarkanmu” Kyuhyun mengacak rambut Gee. “Mana ada Sparkyu yang bisa sedekat ini denganku selain kau, Gee~ya”

“Rambutku berantakan” protes Gee. Bibirnya kembali mengerucut. “Dan, jangan berpikir mencari Sparkyu lain, bunnie.” Bibir Gee tertarik keatas, membentuk sebuah senyuman kecil. Akhirnya, senyum itu yang selalu dinanti Kyuhyun ketika ia berhasil menggoda gadisnya.

Satu menit. Mereka hanya diam. Kyuhyun hanya menatap dalam yeoja yang sangat dicintainya itu. Tatapan yang teduh. Tatapan seorang iblis, yang anehnya mampu mengalirkan beribu-ribu perasaan tenang padanya seolah ada seorang malaikat pelindung disampingnya.

Dua menit. Mereka masih menikmati pemandangan didepannya masing-masing. Sesekali Kyuhyun memainkan poni Gee yang tersibak tak beraturan. Kyuhyun menjawil hidung Gee gemas. Kening mereka saling bertautan.

Menit berikutnya, saat wajah mereka sudah hampir tidak memiliki jarak, mereka malah tertawa bersama. *gila*. Menertawakan kebodohan masing-masing. Hingga detik selanjutnya, saat jarak diantara mereka sudah tidak ada sama sekali, pintu kamar terbuka lebar. Membuat semua member berdecak hampir bersamaan. Posisi Gee benar-benar menempel rapat ditubuh Kyuhyun yang bersandar di dinding dekat meja rias.

“Whooaaa..mereka pakai perekat apa sih?” Eunhyuk menyeringai kecil. Gummy smilenya terbentuk sempurna disana. Membuat pasangan didepannya tersadar, dan buru-buru melepaskan diri. Kyuhyun memutar matanya dan berdecak kecil, merasa sebal ah terganggu lebih tepatnya dengan kedatangan hyungnya.

“Kau, hyuk. Berhenti menganggu mereka. Kayak gak ada kerjaan lain aja” Leeteuk memukul pelan lengan Hyuk. Disampingnya, istri virtualnya hanya tersenyum kecil menanggapi tingkah suaminya. Gee semakin merona. Ia hanya nyengir, menggaruk kepalanya yang jelas-jelas tidak gatal.

“Sudah mesra-mesraannya?aku cemburu lho” ejek Sungmin, ia bergerak bak seorang Marilyn Monroe. Membuat semuanya tergelak. Disaat bersamaan datang dua orang yeoja kesana.

“Tadaa..kami datang” Suara yang tidak kalah cempreng memenuhi kamar ganti mereka. Dua kepala menyembul dibalik pintu. Mereka Kim Syhae dan Han Yevie. Tidak usah ditanya siapa mereka. Seisi ruangan juga tahu, Doghae dan Yesunglah namja yang bisa membuat mereka juga bisa bertingkah seperti Gee. Mereka tersenyum sambil mengangkat dua buah kantong berisi makanan dan minuman untuk Super Junior.

“Mian, terlambat, kami harus berdesakan dengan elfs untuk bisa masuk kesini.” Syhae menurunkan kantong belanjaannya dan mengeluarkan beberapa makanan seperti bulgogi, jajangmyeon, ddoboki, daging sapi asap, dan tidak lupa sup Kimchi. Donghae beringsut membantunya.

“Kalian datang tepat pada waktunya. Kami sangat lapar, apalagi setelah melihat mereka berdua tadi” Yesung berlari kecil menghampiri Yevie yang sibuk mengeluarkan minuman dari kantong belanjaannya, mulai bersikap manja pada kekasihnya itu. Kyuhyun hanya bisa menyeringai. Gee mengumpat pelan disampingnya. “Ishh~ seperti kau tidak pernah melakukannya saja dengan yevie”

***

“Hey Nona Song?Sudah tidak kesal lagi kan?”

Kyuhyun menusuk-nusuk tangan Gee dengan sumpit ditangannya ketika mereka disibukkan dengan makan malam yang dibawa oleh Syhae dan Yevie. Mulutnya penuh dengan makanan sekarang. Dan ia masih sempat saja narsis mengambil gambarnya sendiri sebelum makan lalu mengunduhnya keakun twiter miliknya. Membuat Gee dalam sekejap memutar matanya. “Narsis sekali” gumamnya. Sementara Kyuhyun, terus menusuk-nusukan sumpitnya ke tangan Gee.

“Ishh, Bunnie..appo. Kenapa sih, kau suka sekali menggangguku saat makan” dengan mulut tidak kalah penuh Gee menggeser duduknya menjauhi Kyuhyun.

“Mereka itu ya, sekali mesra, mesra sekali. Sekarang cuma gara-gara hal kecil sudah kayak kucing dan anjing” Sora geleng-geleng kecil melihatnya.

“Kau hanya baru tau, Chagi. Mereka memang sering begitu. Jadi jangan heran, kalau nanti kau tiba-tiba melihat mereka skinship didepan umum. Hahaha” Leeteuk menimpali. Yang lain mengangguk setuju.

“Si kurus ini selalu menggangguku oppa. Bisakah kau geser dan duduk disampingnya saja?” Shindong yang sedang asyik menyuapkan makanan pada Donghae dengan pasrah menuruti Gee dan memberi jarak dengan keduanya. Donghae beringsut menjauh dengan wajah cemberut. Syhae terkikik kecil melihat tingkah suaminya. “Yya, jangan manja dengan Shindong Oppa dong. Harusnya yang disuapi itu aku” ucapnya lagi.

“Yah, ini lebih baik. Makan saja makananmu dengan benar” Gee masih menikmati daging asapnya dengan sangat lahap. Disaat yang sama, Siwon dan Ryeowook masuk dalam keadaan setengah basah setelah bertarung diluar. Pistol air masih mereka pegang. Entahlah, sikap mereka memang seperti anak-anak.

“Ya, berhenti menembakku. Tidak lihat aku sudah basah begini. Simpan saja energimu buat besok” Siwon melepas satu-satunya kain yang menutupi tubuhnya. Tidak perlu waktu lama, Gee sudah menjerit histeris. Membuat Kyuhyun tersedak. Yang lain menatap dengan ekspresi sama kagetnya dengan Kyuhyun.

“HYAAAAAA…BUGIL!!!!” tunjuk Gee kearah Siwon setelah akhirnya gadis itu menutup kedua matanya dengan tangan. Entah sedang kesambet setan apa, sikap Gee membuat Syhae dan Yevie mengernyit heran. Sejak kapan teman mereka jadi aneh?

“Yya, kau mau membuatku mati tersedak ya?” Kyuhyun membekap mulut Gee yang masih berteriak. “Diamlah. Berlebihan, nona. Kau bertingkah seolah tidak pernah melihat abs si Kuda itu saja” Siwon cuma bisa mengumpat padanya. Tidak terima kalau dia, terutama absnya menjadi topik pertengkaran mereka.

“Hmmpp..lep..lephas..khan” Gee meronta-ronta dalam bekapan Kyuhyun.

“Diam kau. Penyakitmu kambuh, dan kau harus minum obat sekarang juga” Kyuhyun menarik paksa Gee yang masih duduk melongo ditempatnya.

“Hee?sakit?sejak kapan?dia sakit apa?” Donghae bertanya dengan polosnya. Meminta penjelasan dari siapapun yang mungkin mengerti dengan apa yang dikatakan Kyuhyun tadi. Mereka serempak mengangkat bahu.

“Oh, kalian tidak tau kan. Handsome Maniac Kronic. Dia harus segera diberi terapi” jawab Kyuhyun asal. “Ayo, ikut sekarang”

“Handsome Maniac Kronic?Penyakit macam apa itu?” tanya Yesung mimik wajah yang sulit digambarkan. Ia melongo ditempat duduknya. Tampak berpikir keras dengan istilah baru yang diciptakan magnae mereka.

Sungmin terpingkal mendengar jawaban Kyuhyun. Penyakit seperti itu mana ada di dunia ini. Benar-benar pasangan aneh.

Kyuhyun terus menyeret tubuh Gee keluar kamar dan naik keatas Rooftop. Gee hanya bisa menurut dengan pasrah. Ia memandang sekeliling dengan tatapan takjub. Seisi Seoul, seakan bisa ia nikmati dari atas bangunan kokoh menjulang yang sudah ada di bawah kakinya sekarang.

“Nah, disini kau bisa menghirup oksigen sebanyak yang kau mau” Kyuhyun terkekeh dan duduk menyilangkan kaki. Disebelahnya, Gee melirik dengan kesal. Apa ada yang salah dengannya hari ini. Sampai-sampai Kyuhyun harus menyeret paksa tubuhnya seperti tadi.

“Yya, aku bahkan belum menghabiskan daging asapku” Gee menunduk lemas, mengelus perutnya yang masih keroncongan. “daging asapku” ratap Gee pilu.

“Kau ini, mau makan berapa banyak lagi sih?aku membawamu kesini agar penyakitmu sembuh, yang kau pikirkan malah daging asap” Kyuhyun menoleh Gee yang menekuk muka disampingnya.

“Bugil” ucap Gee sambil meniup poninya yang terjuntai. Membuat Kyuhyun Gemas. Namja itu menjitak keras kepala Gee.

“Berhenti mengatakan itu. Apa kau tidak punya kosa kata lain”

“Appo, bunnie”

“Makanya berhenti. Apa kau mau aku betulan bugil hah?bisa kulakukan sekarang kok” tantang Kyuhyun. Ia sudah mengangkat separo dari bajunya keatas tapi terhenti karena teriakan Gee.

“Andwe..andwe..tidak bugil..iya..iya..aku janji..yaksokhae..yaksokhae..kau puas” Gee menurunkan lagi t-shirt Kyuhyun menutupi dadanya. “Andwe, tidak lagi..setidaknya jangan disini” geleng Gee cepat, wajahnya memerah. Kyuhyun hanya bisa menahan tawa. Siapa juga yang mau bugil ditempat seperti ini.

“Makanya berhenti. Perlu kuajari tata bahasa korea yang lebih baik?kau tau, kata-katamu tadi konotasinya jelek, Song Gyu Gee~ssi”

“Maksudmu..Bu..”

“Sudah kubilang jangan diucapkan” Kyuhyun kembali menjitak kepala Gee dengan cukup keras.

“Arraseoyo..arraseo..kenapa kau cerewet sih sekarang” Gumam Gee pelan. Mengelus kepalanya yang sakit.

“Ish..kau ini, masih berani mengataiku..Sini” Kyuhyun menarik Gee merapat kesampingnya. “Aku mau tidur” Gadis itu hanya mengangguk patuh seperti anak kecil dan membiarkan Kyuhyun berada dipangkuannya. Mereka tidak bicara selama beberapa menit, menikmati angin malam yang menyentuh kulit mereka. Gee menatap keatas. Langit seakan tersenyum kearah mereka. Cantik dan berkilauan. Pemandangan Seoul dimalam hari juga tidak kalah cantiknya. Membuat Gee mau tidak mau tersenyum lebar. Tatapannya sekarang beralih ke wajah Kyuhyun yang tengah memejamkan mata. Ia menatap tiap lekuk wajah Kyuhyun. Tampan. Namjanya itu sangat tampan. Bahkan saat memejamkan mata seperti itu, namja itu terlihat sangat mempesona baginya.

“Jangan memandangku begitu”

Kyuhyun berkata bahkan dengan mata terpejam. Dan, hei sejak kapan pria itu bisa tahu Gee sedang memandangnya sekarang.

“Aku tidak memandangimu”

“Cish~ masih berani bohong” Kyuhyun membuka matanya dan tersenyum mengejek. Mendongak menatap tepat dimanik mata Gee yang melebar kearahnya.

“Kenapa sih, kau selalu tahu apa yang kulakukan?” bibir Gee kembali mengerucut.

“Napasmu”

“Nde?” tatap Gee lagi. Tidak mengerti dengan apa yang didengarnya.

Kyuhyun menyentil dahi Gee gemas, membuat gadisnya meringis kecil.

“Jangan sepolos itu kalau didepan namja lain” Kyuhyun melingkarkan tangannya di pinggang Gee “Napasmu mengenai kulitku, bahkan hal seperti itu saja tidak bisa kau pikirkan. Apa tidak kau perhitungkan, jarak antara wajahmu dan wajahku?” ejek Kyuhyun.

“Aku memang tidak mengerti, Cho Kyuhyun~ssi” decak Gee kesal. Entah kenapa sejak pagi ia selalu merasa kesal dengan Kyuhyun. Tapi sekesal-kesalnya ia, tetap saja tidak bisa membuatnya sehari saja menjauh dari Kyuhyun. Ia sendiri heran. Apa mungkin ia sedang terkena Love is Blind Syndrome ya?

“Aku jadi ragu dengan kemampuanmu, bagaimana bisa kau lulus dari Universitas terbaik di jepang.”

“Yya..kenapa kau selalu membuatku kesal sih. Aku juga tidak sebodoh itu” Gee yang tidak terima refleks berdiri, membuat kepala Kyuhyun terantuk kursi panjang di sana. Namja itu meringis mengusap kepalanya.

“Yya..kenapa juga kau seharian ini selalu marah-marah padaku, dua hari yang lalu juga seperti ini, begitu juga satu minggu yang lalu” kata Kyuhyun berurutan. Kyuhyun terus mengusap kepalanya “Memang apa salahku?” tanyanya retoris.

“Ah, yang penting aku kesal denganmu”

Kyuhyun hanya melongo. Memang apa salahnya?Sejak pagi istrinya itu hanya marah-marah padanya. Hee, Istri? Gee memang sudah resmi jadi istrinya sejak beberapa bulan lalu. Tidak ada yang tahu, kecuali keluarga besar mereka, keluarga SM Town dan beberapa sahabat dekat mereka. Walaupun terkesan mengkhianati ELF dan melakukan kebohongan publik, tapi apa boleh buat Kyuhyun hanyalah seorang namja biasa diluar embel-embel Super Junior dibelakang namanya. Ia juga punya hak untuk bisa bahagia dan memilih orang yang dicintainya sebagai pasangan hidupnya. Ia juga tahu, menikahi Gee berarti berjalan bersama dengan resiko. Namun, melewati hari tanpa gadis itu?hmm..ia sendiri tidak memiliki keyakinan, kalau ia akan mampu.

“Memangnya cuma kau saja yang kesal, aku juga bisa. Kau aneh beberapa hari ini” tukas Kyuhyun tidak mau kalah.

“Jadi kau tidak suka kalau aku yang kesal padamu?”

“Tapi tidak setiap hari nona!”

“Kau yang selalu membuatku kesal tuan Cho..apa perlu kusebutkan satu persatu kenapa kau jadi mengesalkan?”

“Kenapa jadi aku?”

“Ah, pokoknya wajahmu membuatku kesal, apa perlu alasan kalau aku kesal hah?sudahlah” Gee seakan mengeluarkan tanduk dari kepalanya.

“Yya Aku ini suamimu, miss Song” Kyuhyun jadi ketularan kesalnya Gee.

“Lalu kenapa kalau kau suamiku?kau tidak terima?kau tidak suka?” cecarnya.

“Aishh..neo jinja, Song Gyu Gee..jebal..jangan mulai sekarang”

“Mulai sekarang?hei, kau bahkan memulainya sejak tadi. Sudahlah, aku mau pulang. Pokoknya, malam ini kau tidur diluar” Gee menghentakan kakinya. Mata Kyuhyun membulat. Istrinya sangat aneh. Kesal tanpa alasan. Kalau sudah begini, ia akan kerepotan merayu Gee agar bisa berbaikan kembali dengannya. Baru kemarin mereka akur dan kembali sedikit..hmm..romantis #plakk. Sekarang bertengkar lagi cuma gara-gara hal kecil. Kyuhyun hanya bisa menggaruk lehernya. Sepertinya Istrinya memang betul-betul salah minum obat.

“Yya..Song Gyu Gee..kajima!”

Gee membanting pintu rooftop dengan keras, sementara pria dihadapannya semakin mengerang frustasi.

***

@Cho’s Apartment

 

“Aku pulang”

Kyuhyun melepas sepatunya dan menggantinya dengan sandal rumah miliknya. Jam sudah menunjukkan pukul 3 pagi. Kyuhyun menatap seisi rumah dan berharap Gee akan menyambutnya seperti yang biasa istrinya lakukan tiap kali dia pulang kerja. Kyuhyun hanya mendesah kecil. Lagi-lagi seperti ini. Biasanya, walaupun sudah sangat larut, Istrinya akan tetap menyambutnya, meski dengan tampang kusut dan wajah mengantuk yang selalu disukai Kyuhyun. Sekarang, jangankan pelukan hangat. Sambutan yang hangat saja tidak didapatkannya.

Kyuhyun berjalan kekamarnya dengan lemas. Ia yakin Gee akan mengunci pintunya, membiarkannya tidur di kamar tamu sendirian atau bahkan lebih kejam dari itu, meringkuk di sofa. Tapi Kyuhyun sedikit kaget mendapati kamarnya tidak dikunci. Ia tersenyum kecil. Ini artinya, Gee tidak benar-benar marah padanya. Dengan langkah pasti dan wajah sumringah, Kyuhyun menyeruak masuk kedalam kamar. Tapi kamarnya kosong. Masih rapi, sama seperti saat ia pergi pagi-pagi sekali untuk persiapan Sushow 4-nya. Lalu kemana Gee pergi?

Kyuhyun meletakkan tasnya, dan mengintip dalam kamar mandi yang pintunya sedikit terbuka. Gee tidak ada disana. Gadis itu mulai membuatnya khawatir lagi. Kyuhyun menelusuri tiap ruang dirumah mereka. Dapur, ruang tengah, sampai gudang pun tidak luput dari perhatiannya. Tapi sama sekali tidak ada tanda-tanda Gee disana.

Detak jantung Kyuhyun berpacu cepat. Pikirannya sudah melanglang buana. Ditekannya daftar panggil satu-satunya di Android miliknya. Jari-jarinya mengetuk meja dengan tidak sabar. Tidak ada jawaban. Lalu kemana gadis itu pergi kalau begitu?

“Jebal, kau membuatku cemas lagi Gee~ya” gumamnya. Kyuhyun mengacak frustasi rambutnya. Ia mensugesti dirinya sendiri agar fokus dan tidak panik. Mungkin saja gadis itu dirumah orang tuanya, atau bahkan sedang menghabiskan waktu bersama kedua sahabatnya. Kyuhyun menepis pikirannya sendiri. Sangat tidak mungkin, karena Gee bukan tipe orang yang suka bepergian tanpa pamit.

Kyuhyun terus mencoba fokus, air mineral ditangannya kembali kosong. Ia menelepon orang tuanya. Kalau kemungkinan pertama, masih sedikit masuk akal. Mengingat Gee hampir setiap hari berkunjung kerumah appa dan eommanya di nowon.

“Eomma” Kyuhyun sedikit lega ketika sambungan teleponnya dijawab oleh ibunya.

“Astaga, Kyuhyunnie. Ini jam berapa, kenapa kau menelepon ibu selarut ini. Wae?Kau dan Gee baik-baik saja kan disana?” tanya suara berat eommanya diseberang. Mata Kyuhyun membulat kaget. Ia dan Gee?artinya Gee tidak sedang dirumah orang tuanya sekarang.

“Eh, aniyo. Hanya mimpi buruk, dan aku teringat kalian. Mianhae, mengganggu tidurmu. Istirahatlah lagi. Annyeong” sahut Kyuhyun sembari menutup teleponnya. Pikirannya semakin kusut. Tapi ia tidak boleh terlalu larut.

Diteleponnya lagi kedua sahabat Gee. Yevie bilang ia bahkan sama sekali tidak bertemu Gee setelah makan malam. Begitu juga dengan Syhae. Tanpa banyak pikir, Kyuhyun langsung meraup kunci mobilnya dan bergegas menuju tempat parkir di gedung apartementnya. Saat ingin masuk kedalam mobil, Gee muncul membawa kantong besar belanjaan ditangannya tanpa menatap sekitar. Sendirian dan tidak menyadari keberadaannya. Kyuhyun menatap Gee dengan gusar. Bisa-bisanya gadis itu berjalan sesantai itu. Dengan langkah seribu, Kyuhyun menarik tangan Gee. Membuat kantong belanjaannya terjatuh. Gadis itu sudah akan marah-marah kalau saja ia tidak menyadari, yang didepannya sekarang adalah Cho Kyuhyun, suaminya. Darahnya langsung berdesir, bagai pencuri yang tertangkap basah, gadis itu menutup mulutnya seketika. Matanya melebar, dengan sangat hati-hati ia melemparkan sengiran kecil. Tapi tatapan Kyuhyun bahkan lebih tajam dari pisau dapur miliknya sekarang.

“Ck..ikut aku” Kyuhyun lagi-lagi menarik paksa Gee untuk pulang. Gee menahan tangan Kyuhyun agar berhenti disana.

“Belanjaanku” ucapnya pelan. Gadis itu tersenyum kikuk, dan mengambil kantong belanjaannya yang terjatuh. Ia sedikit meringis, agak takut karena membuat kesabaran namja didepannya hampir habis. Mereka berjalan dalam diam. Gee hanya bisa tertunduk, saat seperti ini keberaniannya sedikit menciut. Suaminya seperti akan memakannya saat ini juga. Setidaknya itu yang bisa ia baca dari ekspresi Kyuhyun yang sudah sangat..err..gelap!

Kyuhyun menghempaskan pintu apartement mereka dengan keras. Membuat Gee sedikit tersentak, jantungnya sudah sangat tidak beraturan ritmenya. Suaminya benar-benar marah. Ia menatap takut pada Kyuhyun. Sumpah demi mendiang Ratu Seon Deok, matanya berkilat. Sangat tajam, membuat Gee bergidik ngeri karena masih sempat melihat kilatan yang sangat berbahaya dari tatapan Kyuhyun. Sekarang tangan Kyuhyun sudah terlipat begitu rapinya didada. Ok, tampaknya Gee sudah membangunkan iblis itu dari kegelapan.

“Kau tau ini jam berapa?”

Gee hanya menggeleng kecil. Buru-buru ia menunduk. Ini bahkan lebih buruk daripada saat ibunya berceramah habis-habisan saat memarahinya dulu. Bagaimana dia bisa mengingat waktu disaat seperti ini. Ini lebih mengerikan dari eksekusi manapun. Kyuhyun melotot padanya sekarang. Kalau saja rongga matanya besar, Gee yakin kedua mata Kyuhyun tidak akan muat disana. Sumpah, mata Kyuhyun seakan ingin meloncat keluar dari rongganya.

“Bagus!bahkan sekarang kau sudah mengalami penuaan dini. Pikun sebelum waktunya” ejek Kyuhyun. Gee manyun dibalik wajahnya yang tertunduk. Ia menggumam.

“Jangan menggumam begitu!” tegas Kyuhyun. Suara bassnya meninggi. “Angkat kepalamu!”

“Mianhae..aku..aku..” Gee sebenarnya ingin membuat tampang Aegyo, hasilnya malah berantakan. Sedikitpun Kyuhyun tidak terpengaruh. Ia malah terbata-bata, kesulitan mengatur kata-katanya sendiri.

“Apa?kau apa?jangan mencoba aegyomu didepanku. Tidak akan berhasil. Perlu kujelaskan padamu ini jam berapa, hah?”

Gee menggangguk lagi dengan sangat polosnya. Ia merasa hanya sebentar berada diluar. Lagipula niat awalnya kan cuma ingin menyantap telur gulung buatan bibi Hyena. Ia lapar. Gee sendiri heran dengan perubahan nafsu makannya yang agak gila-gilaan. Padahal, ia sendiri sudah menyusun program dietnya dengan rapi.

“Astagaaaaaa, Song Gyu Gee” Kyuhyun kembali mengacak rambutnya frustasi. Tuhan, gadis ini memang polos atau sedang menguji kesabarannya sih. Ingin sekali ia menjitak keras kepala Gee atau membenamkannya dalam bak mandi. Ok, abaikan. Pikiran suami macam apa itu?Ia bukan penganut KDRT, membuat Gee lecet saja tidak pernah, Oh Tuhan kenapa harus kau ciptakan tulang rusuk yang bengkok. Meluruskannya akan membuat tulang itu patah, tapi jika dibiarkan akan terus bengkok. Ah, gadis ini bahkan terlalu imut untuk sekedar dibentak. Tangan Kyuhyun mengepal gemas.

“Ini bahkan sudah pagi. Dan apa kau tau, aku sudah hampir gila mencemaskanmu!”

“Jeongmal mianhae” Gee menatap Kyuhyun dengan rasa bersalah yang sangat besar. Ia memang tidak tahu ini jam berapa, juga tidak menyangka kalau suaminya akan semarah ini padanya. Yang dia tahu, setelah pulang tadi dia bosan dirumah, lalu keluar tanpa membawa Samsung Galaxy miliknya. Hanya demi satu porsi telur gulung bibi Hyena. Setelah itu, ia pergi ke supermarket 24 jam di dekat apartemennya, ia terlalu fokus belanja, dan lupa waktu sampai akhirnya begini. Lagipula penyakitnya yang tidak pernah bisa sembuh kan memang ia pelupa. Itulah kenapa ia selalu menulis sesuatu yang penting di memo khusus atau bahkan mengaktifkan pengingat di ponselnya. Jadi bukan salahnya, kalau ia lupa disaat yang tidak tepat.

“Oh, apa cuma maaf yang bisa kau katakan?” suara Kyuhyun jelas-jelas tidak terdengar sebagai pertanyaan. Gee meringis kecil.

“Sebenarnya…” ia menelan ludah saat menatap mata Kyuhyun yang berkilat tajam. Kyuhyun melipat dahinya. Menunggu penjelasan masuk akal yang akan dikatakan istrinya. “Aku lapar” sahut Gee pelan. Membuat namja didepannya sukses menghasilkan wajah yang super duper bodoh. Lapar?tidak adakah jawaban yang lebih baik dari sekedar lapar?jauh didalam hatinya, Ia sangat berharap, Gee tidak akan memasang tampang seperti itu lagi, mimik yang membuatnya ingin segera mengecup pipi istrinya itu.

“Lapar?oh, ayolah, kau bahkan sudah menghabiskan dua porsi daging sapi asap saat makan malam tadi. Jangan bercanda disaat seperti ini!karena aku tidak akan percaya!”

Gee menggeleng protes. Wajahnya tampak serius sekarang. “Bunnie, aku tidak bohong. Aku baru saja makan telur gulung buatan bibi Hyena di ujung jalan sana. Karena persediaan makanan kita sudah habis di kulkas, makanya aku keluar sekalian belanja” terang Gee panjang lebar. “Aku benar-benar lapar” ucapnya lugu.

Kyuhyun menatap tidak percaya. Ia terperangah. Sejak kapan nafsu makan istrinya jadi bertambah seperti itu. Tangannya beralih kepinggang. Ia baru saja marah-marah dan sekarang harus mencerna perkataan istrinya yang benar-benar diluar dugaannya. Lapar? Ia butuh dari sekedar penjelasan. Ditatapnya sekali lagi wajah istrinya, meyakinkan dirinya sendiri kalau tidak ada kebohongan disana.

“Bunnie”

Kyuhyun mengacak rambutnya dengan frustasi. Sekarang, bagaimana ia bisa marah dengan gadis itu. Raut wajah Gee yang polos selalu membuatnya kalah. Gadis itu keluar hanya karena lapar. Haruskah ia marah pada Gee?Tapi gadis itu pergi tanpa mengabarinya, kalau terjadi sesuatu padanya bagaimana mungkin Kyuhyun bisa tenang dan duduk manis menunggu kedatangannya dirumah.

“Arghhh..kau ini..aishhh…ck..kenapa kau tidak mengangkat teleponku, sih?”

“Bunnie…aku lupa bawa ponsel” aku Gee sangat pelan.

“Harusnya kau bilang padaku, Gee. Kau tau, apa yang kupikirkan saat aku pulang dan kau tidak ada dirumah?Setidaknya, kalau kau marah padaku jangan pernah pergi tanpa kabar” ucap Kyuhyun mulai melemah. Ia mendesah berat, lalu beranjak ke sofa dan menjatuhkan tubuhnya disana. Ia memijit pelipisnya. Kalau saja, sesuatu betul-betul terjadi pada Gee, ia yakin ia tidak akan memaafkan dirinya sendiri. Ia sangat bersyukur, istrinya itu tidak lecet sedikitpun atau pulang dalam keadaan yang buruk. Kyuhyun meraup wajahnya. Entah apa yang harus ia katakan sekarang pada Gee.

“Bunnie” Gee beringsut mendekati Kyuhyun. Gadis itu mengambil tempat disampingnya.

“Hmm”

“Kau marah ya?”

“Menurutmu?” jawab Kyuhyun ketus tanpa menatap Gee.

“Kau marah” sahut Gee sedih. Matanya mulai berkaca-kaca.

“Kalau menurutmu begitu, ya sudah aku memang marah kalau begitu” ucap Kyuhyun datar. Ia sendiri bingung, akan ia apakan gadis didepannya ini. Dibakar, digoreng, atau direbus sekalian. Jantungnya bahkan hampir lepas memikirkan dimana Gee tadi. Untung saja gadis itu pulang dalam keadaan yang baik. Jujur, Kyuhyun merasa iba melihat tampang bersalah Gee. Tapi gadis itu juga harus tahu, bagaimana khawatirnya ia saat ini.

“Bunnie”

Tidak ada jawaban.

“Bunnie” dengan segenap keberanian, Gee meraih tangan suaminya. “Jangan marah padaku, kumohon”

“Lalu cuma kau yang boleh marah, begitu?”

“Bunnie…jebal”

“Bagaimana kalau terjadi sesuatu denganmu hah?Apa kau masih bisa minta maaf seperti ini?”

“Hajiman..”

“Apa kau tau, betapa khawatirnya aku disini?aku sudah berpikir terjadi sesuatu yang buruk padamu” geram Kyuhyun. “Membayangkan kau disentuh namja lain saja sudah membuatku terbakar. Kau yeoja, tidakkah kau berpikir tentang keselamatanmu sementara aku tidak ada bersamamu, Gee~ya?” cecarnya lagi. Wajahnya mengeras, tatapannya tajam. Membuat Gee merasa semakin bersalah.

“Mianhae..aku benar-benar menyesal”

“Geuman..”

“Aku tidak akan mengulanginya”

“Geumanhae, mungkin ini salahku. Karena aku yang selalu membuatmu kesal akhir-akhir ini” suara Kyuhyun melemah.

Gee menggeleng dengan cepat, dengan kikuk yeoja itu sudah ingin membela diri. Tapi ia tahu, Kyuhyun benar. Bukan cuma ia yang bisa marah, suaminya juga. Suara Gee seakan tercekat. Tangannya yang menyentuh Kyuhyun menjauh dengan lemah. Egois. Selama ini ia yang selalu egois, ketika marah Kyuhyun akan dengan sabar menghadapinya. Tapi tak pernah sedikitpun, Gee memikirkan perasaan Kyuhyun. Suaminya pasti lelah saat menghadapi segala sikap kekanak-kanakannya. Sekarang ia merasakan perasaan itu.

Ketika orang lain kecewa padamu, maka kau akan lebih sedih karena merasa jauh darinya, tidak bisa menyentuh hatinya lebih menyedihkan walaupun kau bisa dengan mudah menyentuh raganya.

Gee merasakannya. Bukan pertama kali, karena mereka pernah merasakan hal yang jauh lebih menyakitkan dari ini sebelumnya. Tapi tetap saja, menyedihkan saat orang yang kau cintai kecewa padamu, karena kesalahanmu.

Kristal-kristal bening mengalir begitu saja dari sudut mata Gee. Yeoja itu menangis dalam diam, ia menyeka airmatanya dengan punggung tangannya tanpa suara. Tapi airmatanya tidak bisa berhenti dan semakin deras. Dadanya terasa sesak. Ia menutup mulutnya, menahan agar tangisnya tidak pecah dan isakannya tidak keluar sementara Kyuhyun hanya tertunduk memegang kepalanya. Sebelum suasana semakin keruh, Gee memilih untuk beranjak dari tempat itu. Mereka butuh waktu untuk mendinginkan kepala dan menenangkan pikiran masing-masing. Setidaknya hal itu yang bisa dipikirkan gadis itu sekarang. Saat ia sudah berdiri dari posisinya, Gee bisa merasakan tangan yang besar dan hangat dipergelangan tangannya. Membuatnya terkejut dan menoleh kearah pemilik tangan yang menatapnya lembut. Kyuhyun menuntun gadis itu untuk duduk kembali.

“Berjanji padaku, ini terakhir kalinya kau melakukannya, Gee~ya” tatapan teduh Kyuhyun membuat kristal-kristal bening kembali memenuhi wajah Gee, mengaburkan pandangannya. Tangan yang hangat itu kini dapat dirasakan Gee menyentuh pipinya. Menghapus sisa-sisa airmata yang terus menetes dari matanya. Gee mengangguk dan meraih tangan Kyuhyun.

“Mian, membuatmu cemas, Bunnie” Gee malah semakin terisak. Tangan namjanya memegang erat kedua pundaknya. Menenangkannya, dan kembali menghapus tetesan-tetesan yang deras membentuk sungai kecil dipipinya.

“Uljima, Gwenchana..maaf karena aku sudah marah-marah tadi” Gee menggeleng ditengah isakannya yang semakin menjadi. Kyuhyun meraih Gee kedalam pelukannya. Bisa dirasakannya, tubuh Gee bergetar. Gadis itu menangis dalam dekapannya. Kyuhyun menyentuh punggung Gee dengan lembut. “sshh..uljimalgo..uljima Gee~ya”

Kyuhyun memegang bahu Gee, mengangkat kepala Gee yang tertunduk dalam isakannya dan menghapus airmata yang memenuhi wajahnya. “Yya, uljima, kalau kau terus menangis matamu akan bengkak nanti. Apa yang harus kukatakan pada Joongki kalau dia melihatmu begini, dia akan menghabisiku karena sudah membuat adik kesayangannya menangis” goda Kyuhyun. Jari-jarinya masih sibuk menghapus tiap tetesan airmata Gee yang dari tadi tidak berhenti mengalir.

“Aku tidak marah padamu. Tapi kau tidak boleh mengulanginya, arachi” Gee mengangguk patuh. “Bagus, anak pintar” Kyuhyun tersenyum jahil dan mengelus kepala Gee dengan lembut. Ia meraih kembali Gee dalam dekapannya.

“Bunnie”

“Hmm”

“Gomawo”

“Tapi kau harus membayarnya” ucap Kyuhyun jahil.

“Mwoya?” Gee menatap Kyuhyun, meminta penjelasan padanya. Bisa ditangkapnya, senyum jahil diwajah suaminya itu. Dengan pipi menggembung, Gee mendekat malas kearah Kyuhyun. Ia mengecup pipi suaminya.

“Siapa bilang hanya disitu. Disini juga” Kyuhyun meletakkan telunjuknya dibibirnya sendiri, dan tersenyum sangat jahil.

“Bunnie” protes Gee.

“Eitss,,lakukan saja”

“Tapi aku…”

Sebelum Gee sempat protes, Kyuhyun sudah melancarkan serangannya. Membungkam Gee dengan ciuman yang hangat. Bibirnya menyapu bibir Gee dengan lembut dan dalam. Membuat jarak keduanya semakin kecil. Kyuhyun merapatkan tubuh Gee dengan merangkul pinggangnya menempel ketubuhnya. Tangannya mulai bergerak menelusuri punggung Gee, menyentuh rambutnya yang panjang. Sementara Gee, seakan dialiri listrik jutaan volt, tangannya meremas rambut Kyuhyun, napasnya mulai tidak beraturan. Mereka seakan terbuai selama beberapa saat. Saat Kyuhyun sudah mulai memperlancar aksinya dan tangannya sudah menjelajah lebih intens…

BRUKK

 

-TBC-

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Iklan

    • Choi Na'an: Omo... Apa smbungan'y... Meolah pnasaran ja neh...Ppaalliwaa... Gee-ya
    • syhae: hehe..... mampir.... spa tau ada FF diam2... xixi
    • ChoKyuQhiELF13: aku bahkan baru liat komen anda disini..hahaha

    Kategori

    %d blogger menyukai ini: