Chokyuqhielf13's GaemGyuZonE

Menulis bukanlah hobiku. Yah kerap kali aku dituntut oleh sahabat-sahabatku agar bisa menuangkan setiap ide, imajinasi, maupun pengalaman dalam bentuk tulisan karena mungkin mereka menganggap tulisanku cukup baik walau pada dasarnya aku tidak terlihat memiliki bakat dalam bidang ini dan dengan bercanda aku selalu berkata “Lagi gak dapet ilham” padahal aku tetaplah amatir yang berusaha terlihat profesional. Belum maksimal memang, setidaknya aku sudah berusaha. Siapa yang akan menyangka kalau someday (mungkin) tulisanku akan dibukukan dan menjadi best seller dengan penjualan terbanyak setiap tahunnya?mungkin saja kan (abaikan saja bagian ini). Wow, jiwa narsistik juga salah satu hal yang aku miliki. Alamiah sebenarnya, coba saja telaah diri masing-masing. Adakah yang benar-benar lurus?

Ya, kemudian menulis bukanlah suatu hal yang aku lakukan atas dasar mencintai tapi lebih karena aku menyukainya. Setiap detail tulisan yang bisa menarik perhatianku akan kubaca dengan hikmat, itulah salah satu alasan kenapa aku lebih menyukai menemukan diriku dalam keadaan serius menekuri novel dibandingkan dengan diriku yang santai bersama komik yang jauh lebih menghibur dan merubah suasana hati yang bisa saja tidak dalam keadaan baik-baik saja. Aku lebih menyukai berimajinasi dalam kata dibandingkan harus berimajinasi bersama gambar. Dan bagiku, imajinasi ternyata yang bisa kubangun adalah saat aku membaca sebuah novel, cerpen, dan jenis-jenis narasi lainnya. Lebih menyenangkan saat melihat dirimu sendiri mengambarkan objek yang sedang kau baca dalam pikiranmu. Pikiran yang hanya bisa dilihat oleh penciptamu. Pikiran yang bisa kau sembunyikan dengan baik kala kau melihat kedepan dengan wajah dihiasi senyum terbaik yang kau punya. Pikiran misteriusmu.

Aku juga menyukai puisi, setiap kiasan penuh makna yang selalu membuatku senang untuk menjajaki tiap kata didalamnya karena aku terlahir dengan membawa sifat ingin tahu yang cukup besar dan aku adalah tipe orang yang tidak akan berhenti sebelum aku benar-benar memahami makna dibalik tiap baitnya meski hanya satu kata dan itulah kenapa aku lebih memilih puisi untuk menceritakan segalanya yang kulihat secara personal dengan audio visual pribadiku. Dunia yang hanya ada aku didalamnya, menunjukan “aku” secara tersirat kepada dunia luar. Dunia yang lebih rumit, bahkan jika kau dalam keadaan sedang memejamkan mata sekalipun. Life is our real drama.

Kupikir aku menyukai seni meski pada kenyataannya aku buta seni. Aku melakukannya hanya saat-saat aku ingin (seperti sekarang) dan mood selalu mempengaruhiku untuk itu semua. Perasaan sedih (tidak bisa kupungkiri) selalu memberiku lebih banyak inspirasi untuk melahirkan suatu tulisan dibandingkan saat aku sedang bahagia, sebuah motivasi cantik dari hal kecil yang kadang tidak kalian sadari. Banyak hal yang membuatku terinspirasi untuk menggerakan ruas-ruas jariku masuk dalam kubangan kata acak yang harus kususun layaknya puzzle yang belum menghasilkan bentuk apapun. Abstrak yang sangat indah. See, tidak selamanya perasaan sedih ataupun terluka itu tidak akan menghasilkan sesuatu. Kadang tanpa kita sadari, kita sudah belajar banyak hal dari sana. Sebuah pelajaran hidup yang tidak akan ditemui dalam teori apapun.

Malam inilah dari banyak malam yang kumiliki dan sudah lewati, ada satu kesempatan dimana hatiku sedang diliputi perasaan sesak (lagi). Lihat betapa melankolisnya bukan. Tapi aku mendapatkan kenikmatan tersendiri, setiap hal yang kutulis mampu menjadi obat untuk hatiku. Jika ada yang berkata racun harus dilawan dengan racun. Mungkin aku sedang mengalaminya. Inilah caraku sembuh dari penyakit yang aku sendirilah yang membuatnya. Mampu menjadi senyum untuk hari-hariku. Karena saat ini sudah berlalu sangat lama, kau akan menyadari seberapa dewasanya kau saat itu. Ini akan menjadi menyenangkan saat kalian membacanya beberapa tahun kedepan. Serius. Kau akan melihat sisi lain dari dirimu, dan bisa terlihat kau memiliki bakat untuk menghibur orang lain (terutama untuk dirimu sendiri). Itu jika kalian bukan benar-benar seorang pelawak.

Sesak yang malam ini kurasakan adalah karena seseorang yang kukenal dan mengorbankan dirinya sendiri menjadi salah satu dari cerita kehidupanku yang baru 20 tahun berjalan dan itu bahkan belum mencapai seperempat abad. Dan mungkin karena itulah orang itu (dia yang kukenal) mengatakan aku seorang yang melankolis. Orang yang kukenal, tidak cukup baik memang tapi kurasa aku cukup yakin untuk mengatakan dia adalah orang yang baik. Seorang bernama dia yang kini (saat tulisan ini kubuat) mampu membuatku tersenyum meski dia tidaklah pernah memiliki kesempatan untuk tahu lebih banyak tentangku, begitu pula sebaliknya denganku. Dia yang dari masa lalu.

Jadi, prolog yang kutulis sepanjang ini hanya untuk memparodikan seorang ‘dia’ yang kukenal? Entahlah, tapi karena dialah alasan kenapa hatiku begitu sesak dan dia adalah salah satu alasan bagiku bisa menghasilkan tulisan ini sekarang. Merupakan keuntungan bagiku meskipun kerugiannya tentu hanya aku yang merasakan. Melegakan karena akhirnya, aku bisa menemukan diriku meluangkan waktu untuk bisa membuat sedikit narasi tentangnya sehingga suatu saat jika aku melupakan orang ini aku masih bisa mengingat sedikit tentangnya melalui tulisan yang kubuat. Dia memang bukanlah satu-satunya orang spesial dalam kehidupanku. Tapi hidupku sempat spesial karena kehadirannya. Kembali lagi kurasakan perasaan ini. Sesak disaat bersamaan. Yang sedang membaca ini mungkin berpikir aku terlalu berlebihan sekarang. Tapi, bukanlah tujuanku untuk mengumbar apa yang tidak seharusnya kuumbar meski ini adalah kawasan aman yang kupunya sekarang. Yang ingin kulakukan sekarang adalah melepaskan satu per satu segala yang kuingat tentang orang ini dengan cara paling sopan dan bermartabat yang pernah ada dan sekarang sedang berusaha kulakukan. Sehingga saat aku mengenangnya, yang kuingat bukan lagi perasaan sesak karena aku tidak lagi memiliki hak mendapatkannya kembali untuk masuk dalam hidupku namun adalah betapa aku masih memiliki sedikit kemampuan untuk mengemasnya menjadi sesuatu yang menyenangkan untuk kuingat. Dan inilah caraku menghargai sebuah kebahagiaan. Koping yang tidak biasa.

Bismillahirahmanirahim…(2 Of…)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


  • Tidak ada
  • Choi Na'an: Omo... Apa smbungan'y... Meolah pnasaran ja neh...Ppaalliwaa... Gee-ya
  • syhae: hehe..... mampir.... spa tau ada FF diam2... xixi
  • ChoKyuQhiELF13: aku bahkan baru liat komen anda disini..hahaha

Kategori

%d blogger menyukai ini: