Chokyuqhielf13's GaemGyuZonE

13 November 2012, 22.08 WIB

Bismillahirahmanirahim…
Catatan tentang sebuah kepribadian…
Sedikit goresan abstrak pada selembar garis pembatas kehidupan, kertas yang tadinya tidak bercela menghitam kemudian, pekat melekat…
Membentuk simpul yang akan sulit untuk dilepaskan…
Rumit mengamit lengan-lengan perkasa yang melenguh mengaungkan nyeri dipojok hari, mimiknya berubah sendu…
Beginilah, ketika semua menjadi remasan kasar puing-puing fatamorgana…
Saat itu, hanya ufuk yang berani menatapku!

13 November 2012, 22.10 WIB

Aku ingin sedikit berbagi kepada kalian, orang-orang yang berada didekatku tapi tidak cukup baik untuk mengenalku. Hari ini aku masih sama melankolisnya (mungkin). Mengingat ada satu hal yang sedikit mengganjal di dasar terdalam yang hanya aku dan Tuhan yang mampu menyelaminya, sebuah perasaan. Malam. Ini akan menjadi salah satu malam yang akan kuingat sepanjang hidupku. Mungkin karena malam adalah waktu dimana orang-orang sudah terlelap dan bergelut dengan dunia mimpinya, aku justru terbiasa bangun dan merenungi apa yang sudah terjadi padaku entah itu hari ini atau hari-hari sebelumnya. Mungkin sedikit aneh bagi sebagian orang. Merenungi apa yang terjadi, tapi begitulah caraku untuk bisa menilai diriku sendiri. Seberapa besar koping yang kumiliki untuk mengatasi stressor (yang tentunya bukan hanya aku yang memilikinya), orang-orang juga punya meski itu dalam kadar yang berbeda pada setiap orang. Malam inilah, saat cuaca tidak sehangat yang kuharapkan tapi tak jua sedingin yang kukira.

Mari sedikit mengenal satu sama lain. Kupikir, aku tidak akan berbagi pengalaman yang menyenangkan dalam hidupku tapi lebih kepada sebuah pengalaman yang secara keseluruhan tidak bisa kubagi dalam porsi penuh. Aku hanyalah seorang berumur 20 tahun terhitung sejak bulan april 1992 silam, dan ini sudah bulan ke-7 sejak april ke-20 tahunku berlalu. Itu artinya, beberapa tahun ke depan aku harus bisa sukses bersama resolusi-resolusi yang kubuat. Tentu saja, rencana adalah hak manusia. Namun, hasil adalah mutlak hak Tuhan. Sehingga aku hanya bisa berencana dan keputusan akhir hanya Tuhan Yang Mengetahuinya. Aku memiliki banyak rencana yang tidak semuanya berjalan sesuai apa yang kuharapkan. Tentu saja, karena sudah kodratnya begitu. Sekali lagi, hasil akhir mutlak milik Tuhan! Tapi luar biasanya, Allah menggantikan semua kegagalan itu dengan banyak hal yang lebih baik dari apapun bahkan dari apa yang kuminta. Dan alhamdulillah, aku sangat mensyukurinya. Inilah nikmat ketika kalian tidak pernah berhenti bersyukur, meski keadaan tidak pernah sesuai dengan keinginan yang kalian buat. Percayalah. Diujung sana entah dimanapun itu, jalan Tuhan tidak pernah bisa ditebak dan selalu akan indah pada waktunya.

November rain. Adalah saat aku memilih objek diam ini untuk bercerita, bukan karena aku sudah kehabisan stok manusia yang bisa kupercaya di bumi ini. Tapi karena saking pemikirnya, aku selalu beranggapan mereka semua (orang-orang terdekatku) pasti akan mudah jenuh mendengar kisah hidupku yang mungkin akan terdengar tidak menarik. Salah satu kelemahanku didepan Tuhan, terlalu memikirkan hal yang belum tentu benar. Entah itu yang namanya spekulasi atau kemungkinan paling menakutkan jika ternyata ini adalah buruk sangka (yang dalam kepercayaan yang kuanut dikenal dengan suudzon). Aku benar-benar merasa nista. Inilah pergumulan batin yang paling tidak kusukai, membuatku selalu gagal bersikap jujur pada orang-orang terdekatku yang benar-benar baik tapi bukan berarti aku adalah seorang pembohong. Hanya saja, aku tidak mudah untuk berbagi. Sedikit merugikan diri sendiri sebenarnya, karena jelas akan terus dibayangi perasaan-perasaan yang kalau kuanalogikan ini seperti sebuah pipa yang mengalirkan air ke sebuah saluran air tapi tiba-tiba tersumbat sehingga aliran air yang keluar hanya sedikit. Semacam itulah. Terasa sesak, namun karena egoisme berlebihan dan tingkat ke-paranoidan mendominasi kau hanya bisa merasakannya sendiri. Bahkan oksigen yang mengaliri tiap pembuluh darah hingga ke paru-paru pun selalu terasa tidak mencukupi untuk membuat otakmu berpikir hal-hal yang lebih jernih.

Ya, memikirkan dengan detail setiap kata yang akan keluar dari mulutku sudah menjadi semacam kebiasaanku sejak dulu walau tidak kupungkiri mulutku sendiri juga bisa bergerak tanpa rem dalam satu kondisi tertentu yang menuntutku untuk berbicara hal-hal yang tidak sinkron dengan apa yang otakku pikirkan. Sehingga akhirnya, objek tak bergerak inilah jadi pelampiasanku. Menulis yang tidak pernah kumulai dan kuakhiri dengan semestinya. Objek yang secara tidak langsung telah membantuku jujur dengan cara terbaik yang pernah kulakukan. Akhirnya, berusaha mencari pembenaran tetap saja menjadi salah satu kodratku sebagai manusia. Oh ayolah, kita semua tidak pernah berpikir kalau kita sempurna kan?

Bismillahirahmanirahim….

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


  • Tidak ada
  • Choi Na'an: Omo... Apa smbungan'y... Meolah pnasaran ja neh...Ppaalliwaa... Gee-ya
  • syhae: hehe..... mampir.... spa tau ada FF diam2... xixi
  • ChoKyuQhiELF13: aku bahkan baru liat komen anda disini..hahaha

Kategori

%d blogger menyukai ini: