Chokyuqhielf13's GaemGyuZonE

Bismillahirahmanirahim…(6 Of…)

Posted on: Desember 19, 2012

18 Desember 2012, 09.21 WIB

Menjelang pengambilan sumpah profesi dan pelantikan sebagai perawat profesional pemula besok (19 Desember 2012), aku kembali menyadari telah melalui jalan yang tidak mudah hingga aku bisa mencapai ujungnya dengan selamat, sehat wal alfiat. 3 tahun yang tidak pernah kuduga tanpa bisa kutolak dengan keras berakhir di hari esok. Miris jika diingat, asa yang kubangun dengan menggebu-gebu sejak putih abu-abu masih melekat di tubuhku berakhir dengan perubahan rencana dari apa yang kususun sedemikian rupa maksimalnya dulu. Totalitas yang belum Allah izinkan untuk bisa kuraih.

Tahun pertama kulewati tanpa keikhlasan. Menderai tawa palsu itu seakan jadi keahlianku. Begitulah, salah satu keahlian terhebatku. Aku iri, aku selalu mengungkit-ungkit apa yang terjadi dan kadang aku bertanya dengan sombongnya padaNya. “Kenapa harus aku Ya Allah?”. Itulah, aku seorang yang picik saat itu…

Susah memang, sampai sekarang pun bukan kuasaku untuk menilai sebuah keikhlasan dalam hidupku sendiri. Tapi nyatanya, pada akhirnya sekarang aku menjadi lebih mengerti jalan yang dipilihkan oleh Allah untuk kujalani. Kenapa aku harus menjadi seperti sekarang dan untuk apa seluruh hidupku ini akan kuhabiskan. Karena pupusnya harapanku dimasa lalu telah membuatku merasakan nikmat bersyukur meski tidak ada sedikitpun (kembali) kurancang rencana-rencana baru dengan menggebu-gebu.

Biarlah apa yang kubangun sekarang berjalan sebagaimana mestinya, perlahan dan tidak menuntut. Biarkan ikhlas tidak diucapkan dengan lisan, cukup Allah yang menilainya. Tugas kita adalah menyerahkan segalanya padaNya beserta ikhtiar, doa, dan dengan pupuk kesabaran tak berbatas. Beginilah sekarang makna sebuah hidup untukku, caraku memaknainya, mungkin terlalu sederhana tapi ini lebih dari cukup dari apa yang kuminta dalam setiap munajatku. Bukan untuk kesempurnaan…

Yang akan kulakukan adalah kembali menjalani hidup baruku, belajar akan sebuah pengabdian. Belajar untuk berguna bukan hanya untuk diriku sendiri. Tapi untuk orang lain yang tidak mampu menjalani hidupnya sendiri. Belajar untuk memberikan energi positif untuk jiwa-jiwa yang menolak sebuah kebahagiaan. Memberikan senyum meski tidak selamanya aku mampu terus tersenyum pada mereka. Karena telah melewati 3 tahun yang berharga ini, aku kembali mendapati diriku haus akan ilmu. Benar, aku tidak akan lagi berjalan tergesa-gesa.

Keegoisanku akan rasa tidak pernah puas kembali bangun tapi selalu kucoba untuk menahannya dengan segala yang terbaik yang kupunya. Aku akan memintaNya menuntun jalanku. Ilmu itu, meski sedikit demi sedikit akan kucapai maka aku akan meminta agar Allah tidak mencabut kesabaranku atasnya. Semoga Allah melindungi mimpi kecilku. Amin…

18 Desember 2012, 10.50 WIB

Untuk kalian orang-orang yang kusayangi, berharganya hidupku karena bertemu kalian dan berada diantara kalian. Betapa tidak ada yang lebih kusyukuri daripada bisa merasakan kebahagiaan meski dalam daftar panjang kisahku yang sudah ditulis olehNya, selalu ada warna berbeda yang selalu bisa kumengerti kenapa aku harus mendapatkan atau merasakannya dihidupku.

18 Desember 2012, 11.00 WIB

Bismillahirahmanirahim…

Mataharinya meredup, di utara rumahku arah jam 3 kudapati rona biru malu-malu langit tadi pagi berubah kelabu…
Butir-butir kecil kurasakan menyapu sedikit demi sedikit lapang wajahku, rupanya tidak ada kata bosan untuk tetesan bening itu menaungi separuh dari alam raya ini…
Subhanallah…
Langkahku seakan dikunci agar hanya menikmatinya dibalik lempeng-lempeng pipih kaca berembun yang tak lagi sebening dulu…
Kemudian hanya menunggu yang bisa seorang insan sepertiku untuk melihat kembali langit itu menjadi cerah
Diluar sana, biarkan belahan bumi lainnya mulai merasakan hangat suryaNya menghiasi atap bumi yang merangkak tersenyum
Inilah waktunya bagi orang-orang yang bersabar untuk merasakan siklus alami rotasi bumi oleh sang Khalik, sebuah cita rasa paling nikmat yang pernah ada
Karya yang tak terbantahkan keberadaannya
Sama sepertiku, terlahir sebagai tulang rusuk bagi mahramku
Hanya saja tempatku untuk melekat sempurna masih belum kutemukan
Ya, seperti dirinya…
Karya ternyata yang belum menemukanku…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


  • Tidak ada
  • Choi Na'an: Omo... Apa smbungan'y... Meolah pnasaran ja neh...Ppaalliwaa... Gee-ya
  • syhae: hehe..... mampir.... spa tau ada FF diam2... xixi
  • ChoKyuQhiELF13: aku bahkan baru liat komen anda disini..hahaha

Kategori

%d blogger menyukai ini: